19 Napi di Jatim Dapat Remisi Khusus Waisak 2020
Data

19 Napi di Jatim Dapat Remisi Khusus Waisak 2020

Surabaya (beritajatim. com) – Hari Raya Waisak menjadi hari membahagiakan bagi umat Budha, termasuk yang sedang mengikuti agenda pembinaan di lapas/ rutan pada Jatim.

Pada momen Waisak kali ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan remisi khusus kepada 19 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di seluruh Jatim. Mereka cerai-berai di 9 lapas/ rutan pada seluruh Jatim. Remisi yang dikasih paling lama 2 Bulan serta paling rendah 1 bulan.

Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono mengatakan remisi khusus hanya diberikan kepada narapidana yang beragama Budha. Krismono melanjutkan, sebenarnya pihaknya sudah mengusulkan 20 orang WBP mematuhi budha untuk mendapatkan remisi khusus waisak. Namun tidak semua WBP mendapatkan remisi. “Karena sedang di dalam masa pandemi COVID-19, tidak tersedia pemberian secara simbolis, hanya saja sudah diberitahukan kepada masing-masing WBP, ” katanya, Kamis (7/5/2020).

Krismono menambahkan WBP yang berhak mendapatkan remisi adalah mereka yang telah memenuhi syarat administratif. Seperti berkelakuan baik dan telah menjalani hukuman minimal 6 bulan. Dihitung sejak tanggal penahanan sampai hari raya Waisak tahun 2020 ini. Selain Waisak remisi istimewa keagamaan diberikan pada hari Idul Fitri, Natal, Nyepi, dan Imlek. “Tidak ada yang langsung manasuka. Remisi tertinggi 2 Bulan serta terendah 1 bulan, tergantung periode hukuman dan kelakuannya selama ditahan, ” tutur Krismono.

Krismono menjelaskan, bahwa adanya WBP yang mendapat remisi ini berarti pembinaan dari Kemenkumham Jatim dan jajaranmya semakin bagus. Karena, menjadi indikator perilaku narapidana yang semakin baik.   Mas remisi juga telah menggunakan pola online dan berbasis pada Pola Database Pemasyarakatn (SDP) sehingga tidak ada lagi penyimpangan pengusulan remisi.

Apalagi, dari 19 narapidana yang mendapat remisi, 13 narapidana diantaranya mendapat remisi pantas Pasal 34 ayat 3 PP 28/ 2006 tentang Perubahan atas PP 32/ 1999 tentang Sarana dan Kode etik Pelaksanaan Hak Awak Binaan Pemasyarakatan. Juga terkait perkara 34 A ayat (1) PP 99/ 2012 tentang Perubahan ke-2 atas PP No. 32 tarikh 1999 tentang Syarat dan Peraturan Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Dimana 13 narapidana tersebut berasal dari kasus narkoba. “Bila pembinaan baik, segala jenis daya kerusuhan bisa ditangkal, ” bebernya.

Remisi ini bukan menunjukkan obral hukuman. Namun, pantas dengan semangat pemasyarakatan dengan bahan agar narapidana cepat kembali ke masyarakat dan keluarganya. Sehingga mampu menjalani hidup yang lebih tertib. “Selamat hari Trisuci Waisak Tarikh 2020, semoga semua makhluk berbahagia, ” tandasnya. [uci/ted]

Share this: