Data

2 Kegiatan Wisuda SMA Negeri Luar Kota di Kota Mojokerto Dibubarkan

Mojokerto (beritajatim. com) – Dua kegiatan wisuda Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA Negeri) pada Kota Mojokerto dibubarkan Satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Wisuda SMA Negeri 1 Wringin Anom Kabupaten Gresik di Ayola Hotel dan SMA Negeri 1 Puri Kabupaten Mojokerto di Gedung Astoria Kota Mojokerto.

Satgas Covid-19 Kota Mojokerto yang dipimpin langsung Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mendatangi Ayola Hotel Dawn Mall di lantai 3 yang sedang berlangsung reuni peserta didik XII angkatan XXIII SMA Negeri 1 Wringin Anom. Ini lantaran acara wisuda tersebut tidak ada izin dan tidak sesuai dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Dari hasil pengecekan didapati jika kegiatan tersebut tidak ada izin keramaian secara resmi dan dinilai melanggar protokol kesehatan lantaran jumlah peserta yg terlampau banyak. Acara wisuda langsung dibubarkan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti lalu panitia serta pengelola.

Banner ad kegiatan dicopot paksa, sebanyak 21 orang dibawa ke Mapolresta Mojokerto menggunakan mobil Dalmas Sabhara Polresta Mojokerto. Setelah dari Ayola Hotel di Jalan Benteng Pancasila Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Satgas Covid-19 Kota Mojokerto menuju ke Gedung Astoria di Jalan Empu Nala Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Pada Gedung Astoria berlangsung wisuda purna siswa SMA Negeri Puri Kabupaten Mojokerto. Mantan Kapolres Sumenep ini langsung mencari penanggungjawab kegiatan buat meminta keterangan terkait kegiatan. Peserta wisuda purna siswa dibubarkan dan panitia serta pengelola gedung dikumpulkan.

Di hadapan Kapolresta Mojokerto, Kepala SMA Negeri 1 Puri meminta maaf. “Tidak ada kegiatan yang seperti ini. Anda mencontoh daerah mana membuat kegiatan seperti ini. Tidak wujud izin seperti ini, tidak ada kegiatan yang diizinkan. Mana menjaga jarak, ini kursinya rapat-rapat gini. Panitia silahkan duduk di sisi selatan, ” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi.

Namun bernard gabungan Satgas Covid-19 Kota Mojokerto tetap mengambil barang bukti, mencopot banner dan membawa panitia kegiatan, pihak sekolah dan pengelola gedung ke Mapolresta Mojokerto tuk diminta keterangan. Dengan menggunakan dua mobil Dalmas milik Sabhara Polresta Mojokerto, mereka dibawa ke Mapolresta Mojokerto. [tin/kun]

Share this: