arisan-fiktif-rp1-milyar-di-mojokerto-polisi-buru-pelaku-hingga-ke-jawa-tengah-1
Data

Arisan Fiktif Rp1 milyar di Mojokerto, Polisi Buru Karakter Hingga ke Jawa Tengah

Mojokerto (beritajatim. com) – Tarmiati alias Mia (44) warga Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dilaporkan terkait arisan lebaran fiktif Rp1 milyar. Satreskrim Polres Mojokerto menerjunkan tiga tim & memburu pelaku hingga ke Jawa Tengah.

Salah satu korban, Jami’ah (53) warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto melaporkan pelaku ke Polsek Ngoro. Korban yang adalah ketua kelompok arisan lebaran fiktif tersebut mempunyai bagian sebanyak 102 anggota.

“Pelaku mendatangi saya pada, 8 April 2020 bersama suaminya, Khusnul Zaini menawarkan buat ikut arisan lebaran. Kami dijanjikan diberikan keuntungan sejumlah 5 persen dan aku punya 102 anggota yang ikut arisan lebaran itu. Ada dua kelompok, ” ungkapnya, Jumat (21/5/2021).

Untuk meyakinkan korban, pelaku menyerahkan brosur yang berisi bagian arisan yang sudah di tentukan dengan nominal & pembayaran setiap minggu. Target yang bertugas mengambil kekayaan arisan lebaran ke bagian kelompok dan uang arisan lebaran tersebut bisa diambil jelang puasa atau Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Tapi masa jatuh tempo uang arisan lebaran itu tidak diberikan. Saya mencari pelaku ke vila, pelaku tidak ada & saat saya menghubungi bagian telepon, nomor telepon sudah tidak aktif. Sehingga hamba melaporkan ke Polsek Ngoro, ” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutono membenarkan, adanya laporan arisan lebaran khayali senilai Rp1 milyar itu. “Iya, kita sudah terjunkan tiga tim untuk gelagapan pelaku hingga Jawa Pusat karena diduga pelaku dalam Jawa Tengah, ” ujarnya.

Masih sekapur Kasat, pelaku kabur di dalam 8 April lalu bergabung keluarganya. Selain menerjunkan 3 tim untuk memburu karakter, pihaknya sudah meminta keterangan puluhan saksi. Ada 200 anggota arisan lebaran khayali dari dua kelompok dengan dikelola pelaku. “Saksi banyak yang kita mintai tanda, kebanyakan memang orang Ngoro. Namun ada luar Ngoro juga, nilainya Rp1 milyar-an, ” jelasnya.

Dari laporan korban tersebut, petugas mengamankan barang bukti yang disita berupa 14 lembar buku tabuban, 3 buku tulis catatan kekayaan arisan, satu lembar sebaran paket arisan. [tin/kun]

Share this: