Atasi Pemudik Masuk Banyuwangi, Kuncinya RT dan Desa
Data

Atasi Pemudik Masuk Banyuwangi, Kuncinya RT dan Desa

Banyuwangi (beritajatim. com) – Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyebut, pihaknya terus berupaya melakukan antisipasi kedatangan orang ke daerahnya. Terutama para pemudik yang kembali kampung ke daerah masing-masing.

“Sekarang kuncinya adalah RT dan Desa, karena kita tidak mungkin lagi menyetop semua orang yang masuk ke sini. Karena kalau di stop di pekerjaan, merek mungkin saja bisa menggunakan jalan lain, ” kata Anas, Jumat (1/5/2020).

Terlebih lagi, Gugus Tugas juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali & Pemkab Jembrana untuk melakukan pengetatan. Salah satunya menutup layanan kartu khusus penumpang yang akan ke Pulau Jawa via Pelabuhan Gilimanuk.

“Saya sudah harap izin ke Bapak Gubernur Bali melalui WhatsApp terkait hal tersebut, ” ungkapnya.

Pihak Pemda Banyuwangi sebelumnya juga sudah melakukan pendataan bagi para pemudik di sejumlah cek poin. Di setiap warga Banyuwangi harus menyerahkan KTP elektronik untuk dilakukan scanner.

“Kita kerjakan scanner pendataan online yang saya rasa sudah cukup baik, dibandingkan daerah lain ini tidak ada yang begini. Data itu terhubung langsung dengan smart kampung di desa, sehingga desa bisa langsung melakukan tindakan, ” ujarnya.

Jika masih ada yang nekat dan diketahui mudik ke kampung, Gugus Tugas terpaksa meminta desa untuk lakukan karantina kepada yang bersangkutan. “Kuncinya di tempat, kami meminta desa harus serupa berperan aktif. Tidak lagi cuma Pemda yang melakukan ini. Harapan saya ini tidak hanya menjelma tanggungjawab kita, tapi juga mampu keluarga dan lingkungan, ” pungkasnya. [rin/but]

Selanjunya baca Data HK

Share this: