bp2mi-calon-tkw-kabur-di-malang-harus-operasi-karena-patah-tulang-1
Data

BP2MI Calon TKW Kabur pada Malang Harus Operasi Karena Patah Tulang

Malang(beritajatim. com) – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengunjungi 3 bahan tenaga kerja wanita (TKW) yang kabur dari Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (PT CKS) di Jalan Raya Rajasa, Bumiayu, Kota Geruh. Mereka kini di rawat di RS Wava Husada, Kepanjen, Malang.

“Untuk Minarti patah terampil belakang punggung dan patah tulang kaki kiri, Baiq patah tulang kaki kiri dan Fauziah agak berat, patah tulang pinggang, dan patah tulang bokong (pinggul) dan juga patah terampil di kaki dan itu agak berat. Semuanya, kesibukan medis yang diambil merupakan operasi, ” papar Benny, Sabtu, (12/6/2021).

Benny mengutarakan, tentu ada asal muasal hingga menyebabkan 5 calon pekerja migran ini memilih kabur dari balai pelatihan. Dia meminta kepada bahan pekerja migran untuk tidak takut menjelaskan dan bercerita saat dimintai keterangan oleh Polresta Malang Kota.

“Saya mencoba membakar, tidak boleh takut karena proses hukum sedang berlaku. Mereka harus memberikan keterangan, apa yang mereka menentang, apa yang mereka dengar, dan mereka dalam pelestarian negara, yaitu BP2MI. Ana memotoviasi dan menyakinkan itu, tidak boleh takut buat menceritakan apa adanya sesuai yang ditanyakan oleh kepolisian, ” kata Benny.

Sebelumnya, 5 karakter calon Tenaga Kerja Perempuan (TKW) asal NTB, di tempat ini mencoba kelam. Mereka terpeleset karena mendarat dari lantai 4 sesudah menjebol tralis. Lalu, bermodalkan tali yang dibuat lantaran sambungan selimut mereka mencoba turun. Tetapi sialnya pada tengah upaya pelariannya mereka terpeleset dan jatuh. 3 orang terluka dan dua lainnya selamat berhasil samar-samar kini dalam perlindungan petugas.

Benny menegaskan, negara bertanggungjawab sepenuhnya pada 3 calon TKW yang kini segera masuk meja operasi itu. Dia menjamin seluruh biaya ditanggung negara. Bahkan, dia dengan kasar menolak jika PT CKS memberikan uang untuk beban pengobatan.

“Pembiayaan hingga sembuh, tanggung tanggungan negara. Tegas, kita menolak alasan dari pihak perusahaan, apakah alasan niat bagus, kita tidak menerima sepeserpun. Dan tanggung jawab pengobatan, perawatan hingga sembuh dari BP2MI. Berapa pun yang diminta oleh pihak rumah sakit, sebagai resiko dari pengobatan dan perawatan menjadi kepalang jawab negara, ” tandasnya. (luc/kun)

Share this: