Data

Cerita Istri Tua Dokter pada Jombang Dipolisikan Istri Bujang

Jombang (beritajatim. com) – Kerudung warna pink menghias kepala Ninik Pratiwi (41), sedangkan tubuhnya berbalut kaus hitam lengan panjang. Dalam pergelangan tangan Ninik menempel arloji warna emas, tengah tangan kiri melingkar perhiasan berupa gelang.

Warga Perumahan Graha Yasmin, Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur ini lalu menggulung kaus lengan lama itu hingga batas menonjol. Dia menunjukkan lengan kanannya yang lebam membiru. Menurut Ninik, luka lebam tersebut bekas dipukul oleh Anjarwati (32) dan dua anaknya.

“Saya dikeroyok di vila Anjarwati pada Minggu kemarin. Ini lengan saya sedang lebam. Ada enam bercak di tubuh saya yang dipukul dan ditendang. Termasuk di bagin punggung, mengikuti kaki sebelah kiri, ” kata Ninik sembari memamerkan luka lebam yang dimaksud, Kamis (17/6/2021).

Ninik dan Anjawarwati adalah sama-sama istri siri daripada dr Husnu Raji’in Sp. An (57). Anjarwati hidup tua (kedua), Ninik hidup muda (ketiga). Sedangkan pedusi pertama atau istri lulus Husnu berada di Surabaya. Nah, sejak lama orang kedua dan ketiga tersebut terlibat perang dingin. Meski keduanya tinggal di panti yang berbeda.

Puncaknya pada Minggu (13/6/2021) petang, Ninik dan anaknya yang berumur 10 tarikh hendak ke rumah sang kakak yang ada di Desa Pandanwangi, Diwek. Tempat melewati Jl Pattimura Gang III Jombang. Nah, era itulah sang anak tahu Husnu berada di rumah istri kedua. Ninik tak langsung berhenti, tapi pasti bergegas ke rumah kakaknya.

“Karena anak saya terus menanyakan bapaknya. Akhirnya saya kembali lagi ke Jl Pattimura. Bertepatan saat itu suami hamba hendak masuk rumah. Kami sudah dua bulan tidak pernah bertemu. Anak aku ingin bertemu dengan bapaknya, ” kata Ninik mengasaskan kisahnya.

Pada pertemuan itu, Ninik ingin membahas masalah keluarga. Tercatat membahas surat perjanjian kepengasuhan anak. Namun dokter ahli anastesi ini menolak. Husnu tak mau lagi berbincara panjang lebar soal famili dengan Ninik.

Begitu Husnu masuk sendi, Ninik terus membuntuti. Dokter yang berdinas di RSUD Jombang hendak menutup pintu, akan tetapi ibu perut anak ini menerobos menyelap. Perbincangan dengan Husnu yang awalnya landai berubah menjelma tinggi. Perang mulut tak bisa terelakaan. Husnu bergeming. Dia tidak mau meneken surat perjanjian pengasuhan budak.

Pada era bersamaan, istri kedua Husnu, Anjarwati, muncul ke tempat tamu. Suasana semakin panas. Apalagi, lanjut Ninik, orang kedua Husnu juga mengikuti mengolok-olok anak Ninik. Bergaduh antara Husnu, istri ke-2, dan istri ketiga kian panas. Lidah berubah menjading perang fisik.

“Oleh Mbak Anjarwati, saya didorong maka terjengkang. Kemudian ‘jleb’ aku ditonjokin, ditendang, dicakar. Suami saya juga ikut membangun mereka mendorong saya. Termasuk dua anak Mbak Anjar juga mengeroyok saya. Keduanya mahasiswi, ” kata Anjar.

Keributan di rumah Anjarwati baru mereda ketika beberapa tetangga hadir melerai. Perang fisik jarang dua madu itu kendati berhenti. “Saya kemudian kembali. Nah, pada Selasa (15/6/2021) saya melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Polres Jombang, ” kata Ninik sambil menunjukkan foto surat informasi laporan dari Polres Jombang.

Ninik mengungkapkan, dirinya dan Anjarwati sama-sama berstatus istri siri sebab dr Husnu. Bahtera panti tangga antara dirinya secara dokter Husnu sudah 14 tahun. Dari pernikahan tersebut mereka dikarunia dua anak. Yang pertama usia 13 tahun dan kedua piawai 10 tahun.

“Namun sejak dua kamar terakhir, kami tidak pernah bertemu. Pak Husnu tidak pernah lagi datang ke rumah. Padahal biasanya seminggu dua kali ke sendi. Sejak April, kami tak lagi berkomunikasi. Tapi beta masih dinafkahi, ” kata Ninik.

Istri Kedua Enggan Berkomentar

Istri ketiga dr Husnu, Ninik Pratiwi menunjukkan luka lebam di menonjol kanannya

Dikonfirmasi melalui ponselnya, Anjarwati enggan berkomentar. Lewat pesan WA (WhatsApp), dia hanya mengatakan belum tahun perkara adanya laporan Ninik ke polisi. Dia juga mengucapkan bahwa belum ada panggilan dari polisi terhadap dirinya.

“Dilaporkan barang apa? Saya belum ada panggilan apa-apa. Tunggu nanti jika saya sudah ada seruan (dari polisi-red), ” introduksi Anjarwati ketika dimintai catatan terkait dirinya dilaporkan sebab Ninik ke polisi.

Namun berbeda dengan Husnu. Dokter yang merupakan salah satu pemilik RSPMC (Rumah Sakit Pelengkap Medical Center) Jombang ini secara tegas membantah tudingan tersebut. Namun demikian, Husnu tidak membantah dirinya menyuruh Ninik pergi dari rumah pada Jl Pattimura pada Minggu petang itu.

“Tidak ada pengeroyokan. Cuma saya suruh pergi. Tapi dia (Ninik) tidak suka. Dia malah mengajak kami, menyeret saya hingga kacamata ini lepas. Untung tak pecah, ” kata Husnu sembari menunjukkan kacamata dengan bertengger di hidungnya.

Husnu juga membantah kalau istri keduanya & dua anaknya mengeroyok Ninik. Menurutnya, yang terjadi hanya tarik-menarik. Bukan pemukulan, bukan penendangan, serta bukan pengeroyokan yang menyebabkan Ninik menjalani luka lebam.

“Luka lebam itu bukan karena pukulan. Tapi tarik-menarik antara keduanya. Ninik itu memakai sepatu berhak tinggi, mungkin dia terpeleset. Jika tidak percaya, ada videonya. Tidak ada pemukulan, tidak ada pengeroyokan, ” sebutan Husnu ketika ditemui terpisah.

Namun demikian, Husnu mengiakan bahwa dirinya sudah dua bulan tidak pernah ke rumah Ninik. Bahkan masa lebaran, keduanya juga tidak bertemu. Akan tetapi Husnu tetap memberikan nafkah rutin tiap bulan, termasuk memberikan uang untuk dua anaknya guna keperluan sekolah.

“Nah, maunya Ninik itu saya disuruh mengasuh anak setiap hari Selasa dan Jumat. Makanya saya disodori surat perjanjian benar pengasuhan anak. Tapi itu tidak mungkin. Bukannya kami tidak mau, saya tidak ada waktu, ” sekapur dokter berparktik di RSUD Jombang dan RSPMC Jombang ini.

Copot dari itu semua, Husnu siap jika dipanggil Polres Jombang terkait laporan pedusi sirinya itu. “Kalau sungguh dipanggil polisi, saya jadi, ” lanjutnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Taat Setiawan membenarkan adanya laporan dari Ninik. Yakni, laporan itu masuk pada Selasa (15/6/2021). Teguh tak berkomentar panjang. Dia hanya mengatakan bahwa kedua belah bagian belum dimintai keterangan. “Belum kita panggil. Penyidiknya masih cuti, ” katanya singkat. [suf]

Share this: