Diperiksa 5 Jam, Sekda Bondowoso Tidak Ditahan
Data

Diperiksa 5 Jam, Sekda Bondowoso Tidak Ditahan

Bondowoso (beritajatim. com) – Penulis Daerah Kabupaten Bondowoso Syaifullah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih lima jam terkait laporan ancaman terhadap salah satu kepala organisasi perangkat wilayah, di markas kepolisian resor setempat, Senin (22/6/2020). Polisi tidak menahannya.

Syaifullah dijerat dengan pasal 335 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara, sebab laporan pengancaman terhadap Alun Taufana, pejabat Badan Kepegawaian Daerah. Bahan yang diperoleh  beritajatim. com, peristiwa ini terjadi pada 29 Juli 2019.

Dugaan pengancaman terkait dengan belum dilantiknya Syaifullah menjadi sekretaris daerah saat itu. Alun kemudian mengundurkan diri dibanding jabatan Kepala BKD. Namun sedang beberapa waktu kemudian, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Perpustakaan & Arsip Bondowoso.

Achmad Husnus Sidqi, pengacara Syaifullah, mengatakan, kliennya tidak pernah mengancam secara kekerasan sebagaimana dituduhkan. “Sampai keadaan ini kan itu tidak pernah dilakukan. Itu hanya sikap hati Pak Sekda. Tidak ada mengancam, kemudian ada tindakan atau perbuatan sesuai pasal yang disangkakan tersebut, ” katanya.

Hal ini diungkapkan Syaifullah di hadapan penyidik. “Pak Sekda diperiksa invalid lebih dengan 40 pertanyaan sebagai tersangka. Alhamdulillah, beliau tidak ditahan karena beliau memang kooperatif, ” kata Husnus. Dalam penyidikan, ia didampingi enam pengacara.

Bukti audio dalam pelaporan itu juga perlu dipertanyakan. “(Kejadian) ini sudah sembilan bulan. Apakah benar, itu perlu pemeriksaan forensik dulu, ” kata Husnus.

Pengacara berbeda dasar soal bukti rekaman audio ancaman itu. “Kami menganggap itu arah dari penyadapan, ” kata Husnus. Selain itu, pengacara menilai pencetus 335 tak bisa diterapkan, sebab pasal itu sudah dihapuskan Majelis hukum Konstitusi.

Syaifullah tahu bertemu dengan Alun di kantor BKD saat itu. Tidak ada ekspresi marah saat itu. “Malah (Syaifullah) menanyakan, kenapa undangan (pelantikan) tidak cepat disebar. Setelah berbahasan dengan Pak Alun, bahkan Pak Sekda memberi petunjuk bahwa BKD dalam pelantikan sekda kemarin ialah yang bertanggung jawab. Mestinya dengan otomatis menyiapkan sesuatunya agar pengukuhan itu lancar. Bahkan ketika itu ada saksinya. Kalau tidak lupa lima orang, ” katanya. [wir/ted]

Share this: