Ditetapkan Tersangka, Habib Rizieq: Saya Tak Pernah Lari
Data

Ditetapkan Tersangka, Habib Rizieq: Saya Tak Pernah Lari

Jakarta (beritajatim. com) – Pemimpin besar FPI Habib Rizieq Syihab menyatakan bahwa dirinya tak pernah lari dari proses hukum terpaut kasus kerumunan di Petamburan. Dia juga menyatakan, tak pernah lari dari panggilan pemeriksaan dari kepolisian.

” Dalam jalan ini saya ingin sampaikan kejadian yang saya pandang amat istimewa sekali. Berkaitan dengan status beta sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, yang ingin saya sampaikan di sini adalah pertamaSaya tak pernah lari, apalagi sembunyi sejak panggilan polisi, ” kata Habib Rizieq dalam video yang diunggah di kanal YouTube Front TV, Sabtu (12/12/2020) dini hari.

Imam besar FPI tersebut menyatakan bahwa selama proses pemulihan kesehatan, dirinya lebih banyak beruang di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Karena di pesantren ini udaranya sangat selaras, segar. Jadi untuk pemulihan asing biasa bagusnya. Sekali-sekali saya ke Petamburan, ke Sentul untuk meninjau anak dan cucu, ” ungkapnya.

Lebih jauh, Habib Rizieq menyatakan dirinya tak pernah mangkir dari panggilan polisi. Jalan panggilan pertama maupun kedua lantaran Polda Metro Jaya.

“Sekali lagi saya ulangi, hamba tidak pernah lari dan tak pernah sembunyi. Karena selama ini pada proses pemulihan saya lebih banyak duduk di pondok alam argokultural markas syariat Megamendung, ” ujarnya.

Ia juga mengutarakan sesekali pergi ke Petamburan Jakarta. Begitu juga ke kawasan Sentul, Bogor, untuk menengok anak & cucunya.

“Sekali-kali saya turun ke Petamburan, sesekali ke Sentul, untuk tengok budak dan cucu. Jadi bagian pertama, yang ingin saya tekankan merupakan saya tak pernah lari & sembunyi dari panggilan polisi, ” ucapnya.

Rizieq kemudian membeberkan terkait dengan ketidakhadirannya dalam sejumlah panggilan polisi. Rizieq mengaku pertama kali dipanggil sebagai saksi di kasus kerumunan Petamburan adalah pada 1 Desember 2020.

Namun saat itu, ia tak mampu hadir karena proses pemulihan kesehatan tubuh. Ia menyatakan tak mangkir, pokok ada pengacara yang diutus bersemuka penyidik untuk penjadwalan pemeriksaan kembali.

“Ketika itu saya tidak bisa penuhi seruan saya kirim pengacara. Pengacara datang ke sana bertemu dengan pemeriksa menyampaikan surat dengan resmi menimbulkan penundaan, dan akhirnya penyidik bisa memahami dan menerima, ” ucapnya.

Sementara di pemanggilan kedua yakni pada Senin 7 Desember 2020, ia balik menyatakan belum bisa penuhi panggilan kepolisian. Sebab, kondisi kesehatannya dengan belum pulih betul.

“Saya melihat letak pemulihan kita masih perlu penambahan sedikit waktu dan lagi-lagi aku tidak mangkir tapi saya memindahkan pengacara saya ketemu lagi secara penyidik kita sampaikan surat aku sampaikan permohonan dan alhamdulilah aplikasi tersebut diterima secara baik oleh penyidik, ” kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Rizieq akan diperiksa pada 14 Desember 2020. Ia pun menyatakan akan hadir dalam pemeriksaan itu. Namun, ia mengaku kaget karena pada 10 Desember penyidik Polda Metro Jaya menetapkan dirinya sebagai tersangka.

Atas penetapan itu, ia kembali mengutus adjuster untuk menanyakan apakah agenda penyeliaan pada 14 Desember tetap maka dilaksanakan atau tidak. Menurutnya, pemeriksa meminta lebih cepat sehingga dia pun menyatakan akan hadir ke Polda Metro Jaya pada keadaan ini, Sabtu (12/12/2020) pagi.

“Kita katakan kepada pengacara kami bukan orang-orang dengan suka ingkar janji suka tabrak komitmen yang ada. Tapi karena Polda Metro Jaya meminta supaya lebih cepat lebih baik menurut beliau saya terima, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan tak ada lagi pemanggilan kepada Rizieq. Ia menyebut, Polda akan melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan sebab tak hadiri dua kali panggilan penyidik.

“Kemarin sudah dijelaskan saudara MRS, panggilan saksi perdana tidak datang, panggilan saksi kedua tidak datang. Kemarin saya tegaskan tidak ada lagi, PMJ bakal melakukan penangkapan terhadap MRS, ” kata dia.

Hal senada disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang menyebut pihaknya akan lekas menangkap Rizieq.

“Terhadap para-para tersangka penyidik Polda Metro Jaya akan lakukan penangkapan. Saya lakukan lagi terhadap para tersangka penyidik Polda Metro Jaya akan lakukan interpretasi, ” kata Fadil.

Di dalam kasus ini, Rizieq dijerat secara Pasal 160 dan Pasal 216 KUHP. Jika dua pasal itu digabungkan, maka Rizieq terancam hukuman penjara 6 tahun.

Namun lima tersangka lain hanya dijerat Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan tubuh. Mereka terancam pidana penjara mulia tahun dan/atau pidana denda Rp 100 juta. (ted)


Share this: