Data

Dorong Ekonomi Pulih, Banyuwangi Munculkan Produk Halal

Banyuwangi (beritajatim. com) – Berbagai upaya menggerakkan ekonomi terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Menjelang Ramadan, digelar festival yang menyajikan bermacam-macam produk makanan-minuman halal pada kawasan wisata Pantai Marina Boom.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengucapkan, sebagai negara dengan warga Islam terbesar di negeri, Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan produk halal.

“Tren halal tersebut terus berkembang di dunia. Bahkan sejumlah negara non muslim pun, sesudah tiba fokus mengembangkan industri wisata halal untuk meraih wisatawan. Pemerintah pusat memperkirakan kalau pertengahan tahun ini turisme dunia mulai bergerak seiring dengan proses vaksinasi dengan telah berjalan. Kami di daerah harus mulai menyiapkan diri untuk ini, ” kata Ipuk.

Festival, kata Ipuk, dirancang sebagai upaya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian warga. Sekaligus ajang untuk menguatkan kesiapan produk-produk halal khususnya pelaku UMKM guna mengantisipasi kunjungan wisatawan.

“Bukan sekedar festival. Menggunakan festival ini sekaligus mengundang sejumlah pihak sama-sama menyampaikan penguatan produk daerah di dalam mendorong pengembangan wisata di Banyuwangi, ” kata Menyemaikan.

Dia membaca, setiap festival harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dibanding menjaga jarak antar posisi UMKM, pemakaian masker & handsanitizer bagi tiap pribadi, hingga meminimalisasi pembayaran secara tunai dengan sistem non tunai.

“Inshaallah aman. Tentunya, pelaksanaan kudu memenuhi syarat disiplin di protokol kesehatan. Kami mau ekonomi bergerak, tapi masyarakat tidak lalai menjalankan prokes covid-19, ” kata Ipuk.

Selain bermacam-macam produk makanan-minuman, di Miring Marina Boom jugandihelar fashion show busana muslim, per musik religi, pameran buatan halal, hingga kajian tentang Islam yang ramah bagi semuanya.

Dengan background pantai yang pusat dikembangkan sebagai dermaga marina bagi kapal-kapal yacht & gedung heritage yang menjelma ikon Marina Boom, setimbal model tampil dengan baju muslim yang didesain desainer Banyuwangi.

Mereka menampilkan busana dari 8 desainer Banyuwangi yang tergabung dalam Masyarakat Designer Banyuwangi (KDB). Itu adalah Sanet Sabintang, Amuzaki Fahim, Isyam Syamsi, Ridho Sisikmelik, Ocha Laros, Almira, dan Adlian.

Juga ada pameran mobil klasik, sepeda dan mesin modifikasi dari komunitas Banyuwangi. Gedtival tersebut dibuka Pengantara Bupati Sugirah.

Di sisi timur ada berbagai stan UMKM lokal Banyuwangi. Mulai makanan ringan seperti kue kering, camilan, minuman rempah, dan yang lain dengan kemasan kekinian. Juga ada UMKM busana muslim. Acara ini juga dimeriahkan kehadiran Fitri Carlina.

“Di ajang tersebut, pengunjung bisa berwisata, kulineran, sekaligus memperdalam ilmu agama. Kami sajikan pemahaman yang ramah pada perbedaan, ” ujar Ipuk.

Kawasan Pantai Marina Boom merupakan aset PT Pelindo III yang dikelola bani perusahaannya, PT Pelindo Kekayaan Indonesia (PPI). Direktur Sari PPI Edward Danner Pardamean Napitupulu, mengatakan event tersebut merupakan dukungan agar ekonomi masyarakat kembali pulih.

“Bagi kami ini adalah momen saatnya hidup. Dengan kegiatan seperti ini kami harapkan agar ekonomi warga terus membaik, ” kata Edward.

Ditambahkan dia, dalam kondisi pandemi seperti ini, dengan dibutuhkan adalah kolaborasi semua pihak untuk bersama-sama mengungkit-ungkit ekonomi warga.

“Kebangkitan ekonomi tidak mampu kita lakukan sendiri-sendiri, namun harus sinergis dengan penuh pihak. Seperti event Hajatan ini. Kita tunjukkan di khalayak luas, kita tiba bangkit namun disiplin di dalam prokes covid 19 langgeng kita junjung tinggi, ” kata Edward. (rin/ted)

Share this: