Jawaban Wali Kota Kediri Terhadap Pendirian Umum 8 Fraksi DPRD
Data

Jawaban Wali Kota Kediri Terhadap Pendirian Umum 8 Fraksi DPRD

Kediri (beritajatim. com) – Rapat Sempurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Kediri atas Perubahan Agenda Anggaran Pendapatan dan Belanja Kawasan (APBD) Kota Kediri tahun anggaran 2020 diselenggarakan Rabu (23/9/2020) di Ruang Sidang DPRD setempat. Pemangku Kota Abdullah Abu Bakar dalam rapat paripurna yang dipimpin sebab Ketua DPRD Gus Sunoto ini memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi.

Ada delapan fraksi yaitu PDIP Perjuangan, PAN, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, Karya Nurani dan Kesejahteraan Pembangunaan yang menyampaikan pandangan umumnya secara bergantian. Dalam rapat paripurna ini ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya terkait instegrasi sistem informasi Pemerintah Kota Kediri, langkah untuk menegakkan Indeks Pembangunan Manusia saat status pandemi Covid-19, dan pemanfaatan RSUD Gambiran Lama atau Rumah Melempem Kilisuci.

Setelah pandangan umum disampaikan oleh para bagian fraksi, Walikota Kediri menyampaikan jawabannya dalam rangka perubahan rancangan APBD Kota Kediri tahun anggaran 2020. Terkait dengan integrasi sistem keterangan Pemerintah Kota Kediri dalam rangka peningkatan kesehatan.

Walikota mengungkapkan Pemkot Kediri telah berupaya mengintegrasikan sistem informasi yang terbaik, misalnya pemberian bantuan serta beberapa layanan publik kurun lain aplikasi ‘cek bansos’, keterangan kependudukan dengan Data Terpadu Ketenteraman Sosial (DTKS).

Aplikasi e-suket yaitu surat keterangan yang terintegrasi atas sistem pelayanan dalam kelurahan dan data kependudukan. Pemerintah Kota Kediri terus berupaya menyatukan aplikasi layanan publik sehingga sanggup meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kemudian Walikota juga menuturkan langkah-langkah di rangka mencegah TPA yang overload, Pemerintah Kota Kediri telah mendirikan TPA 3 dan revitalisasi TPA 1. Sehingga sampai tahun 2022 TPA masih cukup. Selain itu Pemerintah Kota Kediri bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong pembangunan TPA regional yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Timur yang sampai sekarang sudah berjalan pada tingkatan feasibility study oleh Dinas Order Umum Citra Karya Provinsi Jawa Timur.

Kemudian di dalam mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia saat kondisi Covid-19 ini, Walikota Kediri menuturkan komponen pembangunan indeks bani adam adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Untuk menjaga indeks tersebut tak turun, Pemerintah Kota Kediri tentu melaksanakan pendidikan dengan metode daring, serta memberikan pendidikan dasar dengan gratis, memberikan beasiswa pendidikan tinggi, hingga dalam bidang kesehatan dan ekonomi.

“Selain itu, Pemerintah Kota Kediri melakukan penanggulangan Covid-19 dengan berfokus pada pengembangan kesehatan masyarakat, pemulihan ekonomi, serta penyediaan jaring komunikasi sosial. Disesuaikan penggunaan dana tak terduga dalam upaya penanganan covid 19 & upaya pemulihan ekonomi lokal, ” ujarnya.

Rapat Sempurna ini dihadiri oleh Wakil Kepala 1 DPRD Kota Kediri Firdaus, Wakil Ketua 2 DPRD Kota Kediri Katino, Dandim 0809 Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Carik Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. [nm/suf]

Share this: