kedatangan-bus-di-terminal-bojonegoro-harus-bersticker-1
Data

Kedatangan Bus di Terminal Bojonegoro Harus Bersticker

Bojonegoro (beritajatim. com) – Meski tidak begitu padat, namun jadwal kedatangan bus di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro masih ada. Bus yang datang itu memang berbeda, yakni sudah ditempel sticker keluaran Negeri Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Perhubungan.

Kepala Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro Budi Sugiarto mengucapkan, trayek angkutan umum tersebut masih bisa beroperasi secara catatan mendaftarkan armadanya untuk mendapat sticker dari pemerintah. Bagi angkutan umum dengan tidak memiliki sticker oleh karena itu tidak diperbolehkan beroperasi.

Watak menegaskan, meski tetap beroperasi dan ada tanda sticker resmi, namun bus itu bukan untuk angkutan mudik. Sehingga, penumpang yang dapat naik harus membawa tulisan perjalanan dari pimpinan maupun dari kepala desa setempat.

“Tadi cepat ada kedatangan bus, jika pemberangkatan bus (dari Terminal Rajekwesi) saat ini belum ada. Mungkin pengusaha bus belum mengurus dan mendapatkan sticker, ” ujarnya, Sabtu (8/5/2021).

Pengetatan adanya penumpang yang nekat mudik tersebut dilakukan berjalan mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan lebih luas. Maka, di setiap penumpang yang baru muncul di terminal harus melakukan pendataan dan pengecekan kesehatan tubuh terlebih dahulu sebelum meneruskan perjalanan.

“Kegiatan pengecekan suhu tubuh & pendataan penumpang yang muncul dilakukan oleh petugas terminal sendiri. Termasuk kami juga sudah menyiapkan GeNose (gratis) untuk penumpang yang hendak berangkat, ” tambahnya.

Tatkala diketahui, guna memudahkan di melakukan trecing jika terjadi penyebaran Covid-19, pihak terminal telah mencatat identitas & alamat penumpang yang sampai.

Sementara diketahui dititik penyekatan perbatasan daerah Kabupaten Bojonegoro, puluhan instrumen pribadi dengan plat bagian luar wilayah yang berjalan terpaksa harus melakukan pusing balik. Seperti titik pembatasan di Kecamatan Padangan yang berbatasan antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah tersebut.

Dengan dikembalikan kendaraan berplat luar tanah air Bojonegoro harapannya bisa memotong mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Bojonegoro. “Kita tidak menginginkan tsunami covid India terjadi di Indonesia khususnya Bojonegoro. Tetap patuhi protokol kesehatan dan pembatasan mudik lebaran, ” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia, kemarin. [lus/ted]

Share this: