mitos-yang-nempel-pada-mahasiswa-fakultas-pendidikan-1
Data

Keyakinan yang Nempel pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan

Surabaya (beritajatim. com) – Tidak dapat dipungkiri, fakultas pendidikan menjadi salah satu jurusan kuliah paling penuh peminat. Dengan biaya yang tidak begitu fantastis, ada masa depan indah yang menanti. Banyak meme yang bertebaran menuliskan jika seorang guru adalah menantu ideal. Salah satu daya tarik itulah yang membuat fakultas pendidikan tidak pernah mati peminat.

Namun kuliah tidak selalu indah seperti di FTV. Banyak halang rintang dengan harus dihadapi, terutama zaman menjadi mahasiswa baru perlu adaptasi keras dalam mengarungi dunia kampus. Tidak cuma itu, ada beberapa peristiwa yang menjadikan kuliah itu semakin ganjil, salah satunya yang berhubungan dengan keyakinan.

Fakultas pendidikan, mengenal beberapa mitos yang jarang diketahui orang, kecuali mereka yang pernah menjadi mahasiswa fakultas pendidikan. Ini tidak hanya berlaku di kepala dua kampus, bahkan umum bisa dikatakan hampir semua fakultas pendidikan di segenap Indonesia turut merasakan.

Mitos Pertama, Mahasiswa Pendidikan Nyata Pintar Ngajar

Ini setia sebut mitos karena tak semua mahasiswa pendidikan bercita – cita jadi pelajaran. Misalnya saja pada arah pendidikan Matematika, justru bertambah banyak yang terjun pada dunia bisnis karena memperhitungkan dirinya lebih pandai me uang ketimbang menghitung pada papan.

Selain itu, keberadaan kampus merdeka menjadi tanda istimewa bahwa mahasiswa jurusan pendidikan tidak harus jadi bakir ngajar. Jadi mulai saat ini, jangan sama ratakan semua mahasiswa pendidikan, sebab tiap orang punya passion dan kemampuan masing – masing.

Mitos Kedua, Selalu Berpakaian Rapi, dengan Sepatu Pantofel

Ini juga mitos tidak kalah kejam yang kala dialamatkan mahasiswa non-kependidikan dalam mahasiswa pendidikan. Padahal tidak semua mahasiswa pendidikan senang berpenampilan rapi. Perlu diketahui rapi bukan salah kepala mata kuliah wajib dengan harus ditempuh mahasiswa pendidikan.

Misalnya saja pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, kebanyakan mahasiswanya lebih senang berpenampilan gaya kadar, bahkan kuliah dengan kaos kadang jadi peristiwa lumrah. Selanjutnya untuk urusan sepatu, itu sangat tidak benar.

Mahasiswa pendidikan itu selalu update soal trends. Ya meskipun pakai sepatu pantofel, paling minimnya pantofel Dr. Kelvin.

Mitos Ketiga, Jumlah Mudah Didapat

Karena pelajaran adalah bidang yang berbasis pada hanya pada teori dan praktik kerja banyak yang memandang mudah untuk mendapat nilai. Tapi itu sungguh salah besar, pokok di fakultas pendidikan berpengetahuan saja tidak cukup, minus beretika. Jadi selain prinsip dan praktik, etika di fakultas pendidikan itu benar penting.

Nilai pun cukup sulit didapat bagi mahasiswa pelajaran yang kurang disiplin. Terutama kurang disiplin dalam situasi waktu.

Itulah beberapa mitos fakultas pendidikan. Jadi bagi kalian yang sering menyematkan keyakinan itu, tolong berhentilah karena itu hanya sekedar keyakinan bukan fakta. [dan/bjo]

Share this: