Khofifah Kucurkan 23, 725 M buat Pemberdayaan Usaha Perempuan Jatim
Data

Khofifah Kucurkan 23, 725 M buat Pemberdayaan Usaha Perempuan Jatim

Surabaya (beritajatim. com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan untuk pangkal usaha bagi kelompok perempuan melalaikan program Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha perempuan) kepada delapan desa pada Malang.

Yakni, secara jumlah sasaran 532 Keluarga Penyambut Manfaat (KPM) dengan total perkiraan Rp1, 52 miliar untuk tarikh 2020. Dengan rincian, Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan Rp 175. 125. 000, Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Rp 235. 375. 000, dan Desa Girimulyo Kecamatan Gedangan Rp 177. 750. 000.

Kemudian Desa Pandesari Kecamatan Pujon Rp 217. 125. 000, Kampung Pujon Lor Kecamatan Pujon Rp 130. 625. 000, Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Rp 198. 750. 000, Desa Madiredo Kecamatan Pujon Rp 204. 000. 000, & Desa Pait Kecamatan Kasembon Rp 190. 875. 000.

“Jatim Puspa ini diharapkan sanggup menciptakan perempuan berusaha agar memajukan kesejahteraan keluarga, sehingga perempuan menimbrung andil dalam pemulihan ekonomi dalam masa Pandemi Covid 19 tersebut, ” ujar Gubernur Perempuan perdana di Jatim ini, Sabtu (19/9/2020).

Selain itu, tujuan Jatim Puspa merupakan untuk mempercepat penurunan kemiskinan perdesaan; dan meningkatkan keberdayaan sosial ekonomi rumah tangga miskin agar mampu keluar dari kemiskinan. Program Jatim Puspa diprioritaskan pada 15 kabupaten kantong kemiskinan sebagaimana rekomendasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Program Jatim Sari memberikan stimulan modal usaha produktif senilai Rp 2, 5 juta setiap Keluarga Penerima Manfaat, & tahun 2020 ini menjangkau 7. 981 KPM di 117 Dukuh pada 15 Kabupaten dengan mutlak anggaran Rp 23, 726 miliar, ” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jatim, Mohammad Yasin.

Sasaran Jatim Puspa adalah kelompok bahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Agenda Keluarga Harapan (PKH) yang sudah Graduasi Mandiri Sejahtera, Rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 8-12 upah terendah yang memiliki anggota sendi tangga perempuan usia produktif dan memiliki anak masih sekolah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2019 yang dikeluarkan sebab Kementerian Sosial. [tok/suf]

Share this: