ledakan-petasan-malam-takbir-di-kediri-tetangga-korban-jadi-tersangka-1
Data

Ledakan Petasan Malam Takbir di Kediri, Tetangga Korban Maka Tersangka

Kediri (beritajatim. com) – Polres Kediri menetapkan utama tersangka dalam peristiwa ledakan petasan pada malam takbir hari raya Iedulfitri 1442 Hijiriah yang mengakibatkan utama orang meninggal dunia di Dusun Sumberjo Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Satu orang meninggal itu diketahui M. Nadhif 37 tahun. Selain mengakibatkan korban jiwa juga rumah korban mengalami kerusakan. Untuk penetapan tersangka sesudah pihak kepolisian melakukan penelitian saksi-saksi dan serangkaian analisis.

Satu tersangka dalam peristiwa ledakan petasan itu yaitu seorang lulusan mahasiswa bertanda Wildan Zamani (24) masyarakat Dusun Sumberjo Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S. I. K., melalui Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Admadha Putra mengucapkan atas kasus ledakan mercon mengamankan satu orang.

“Satu tersangka dengan kami amankan tetangga objek, yakni Wildan Zamani, ” ucap Iptu Rizkika, Kamis (13/5/2021).

Diungkapkan Iptu Rizkika, awalnya, aparat Resmob Satreskrim Polres Kediri mengamankan tiga orang. Ketiga orang yang diamankan ini adalah Wildan, Ahmad Junaidi, dan Yunus.

Berdasarkan keterangan ketiga orang ini diketahui bahwa darah Wildan diajak korban untuk membuat petasan dengan membeli bahan berupa bubuk alumunium, asam sulfat, dan kalium.

“Yunus dan Ahmad Junaidi sebagai saksi, ” membuka Kasat Reskrim Polres Kediri.

Iptu Rizkika menjelaskan, peran Ahmad Junaidi dan Yunus hanya sampai iuran. Namun tak tahu menyerahkan uang keburu berlaku ledakan. Kemudian Wildan menganjurkan Ahmad Junaidi dan Yunus untuk patungan membeli bahan – bahan petasan.

“Berdasarkan keterangan dari Wildan. Wildan dan objek membuat petasan belajar dibanding YouTube, ”jelas Iptu Rizkika

Selain menetapkan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti dari simpulan berupa 1 plastik menyimpan bubuk alumunium/brown powder seberat 1/2 kilogram, 2 plastik berisi asam sulfat/belerang dg total berat 1, 5 kilogram, 1 bak plastik dan 1 plastik menyimpan bubuk petasan jadi secara berat 1/2 kilogaram.

Selain itu serupa, 3 plastik bekas bubuk petasan jadi, 1 bahan kotak plastik yang dimanfaatkan mencampur bahan mentah, satu kotak plastik tempat potasium, 1 buah alas penggulung kertas yang terbuat sebab bambu, 2 buah balok kayu yang digunakan sebagai alas menggulung kertas & 1 tas kresek menyimpan kertas yang digunakan sebagai bahan dasar selongsong mercon.

“Tersangka kita kenakan undang-undang darurat no 12 tahun 1951 dengan sengaja menyimpan senjata Sinar, amunisi dan bahan peledak, ” jelas Iptu Rizkika . [nm/ted] .

Share this: