lulus-100-persen-uji-kompetensi-profesi-dokter-mahasiswa-fk-unusa-surabaya-1
Data

Lulus 100 Persen, Uji Kompetensi Profesi Dokter Mahasiswa FK Unusa Surabaya

Surabaya (beritajatim. com) – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) berhasil meloloskan 100 persen mahasiswanya dalam Tes Kompetensi Mahasiswa Program Pekerjaan Dokter (UKMPPD) periode Februari 2021.

Informasi ini pun disambut gembira tidak hanya di lingkungan keluarga besar FK Unusa, tetapi juga di dunia Unusa, karena memang buat pertama kalinya  (first takers) Unusa meluluskan mahasiswa untuk gelar dokter.

UKMPPD merupakan uji kompetensi bagi bahan dokter Indonesia untuk memperoleh gelar dokter, yang diselenggarakan oleh negara dalam peristiwa ini Panitia Nasional Tes Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter. UKMPPD terdiri daripada dua jenis ujian; Computer Based Test (CBT) & Objective-Structured Clinical Examination (OSCE). Dahulu lebih dikenal dengan nama Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI).

Dekan FK Unusa, Dr. dr. Handayani, M. Kes., menjelaskan, seorang mahasiswa yang mengambil program profesi tabib wajib lulus UKMPPD. “Ini karena Uji kompetensi itu merupakan satu-satunya ujian dengan diselenggarakan oleh negara bagi calon dokter Indonesia untuk mendapatkan gelar dokternya, ” katanya, Senin (15/3/2021).

Dikatakan Handayani, kondisi utama untuk dapat mengikuti uji kompetensi ini ialah telah menyelesaikan pendidikan preklinik, klinik, dan sudah lulus dari semua stase klinik oleh fakultas kedokteran.

“UKMPPD merupakan ujian bagi mahasiswa kedokteran untuk memperoleh surat profesi agar bisa berpraktik sebagai dokter. Secara tidak langsung uji kompetensi tersebut merupakan tolok ukur kompetensi yang dimiliki dokter buat dapat mengabdi di segenap tanah air. Karena itu kami bersyukur ketika mahasiswa FK Unusa dinyatakan 100 persen lulus, ” katanya.

Handayani memasukkan, setelah mahasiswa dinyatakan lucut sebagai dokter, ia mau dilantik dan dilakukan ikrar dokter. Kemudian mendapatkan ijazah dan sertifikat sebagai sinse. Mereka kemudian dapat mencatat program internship di Departemen Kesehatan, setelah mengikuti internship dapat bekerja atau mengambil spesialisasi.

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng menyambut gembira atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa FK. Dia sangat bahagia dan bangga atas hasil mahasiswa FK ini. Sepengetahuannya, tidak semua mahasiswa agenda profesi dokter, baik sejak sekolah tinggi negeri maupun swasta yang mampu lulus 100 persen untuk kategori first takers-nya.

“Lebih menggembirakan lagi, tahun semrawut Program Studi Profesi Sinse Unusa sudah terakreditasi B. Selain itu, Prodi S1 Pendidikan Dokter juga telah terakreditasi B. Dengan begitu, para lulusan FK Unusa bisa memperoleh kesempatan buat melanjutkan Program Studi Spesialis Dokter di FK Universitas terkemuka manapun di Indonesia, ” katanya.

Jazidie menambahkan, untuk menunjang praktikum di laboratorium, khususnya bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan mahasiswa kebidanan. Unusa telah memiliki Laboratorium Virtual Reality, dalam hal ini Unusa mencoba memberikan alternatif praktikum di laboratorium secara memanfaatkan teknologi virtual reality (VR). Sebagai perguruan luhur swasta yang memiliki kalender studi dominan di bagian kesehatan, dimana praktikum menjelma prasyarat mutlak.

“Kini di Lab VR sedikitnya sudah memiliki tujuh paket modul praktikum buat mahasiswa kedokteran, keperawatan serta mahasiswa kebidanan. Ke ajaran paket modul praktikum ini akan terus ditambah, serta karena didesain sendiri oleh Unusa, maka modul-mudul tersebut sekaligus akan dipatenkan, ” katanya menambahkan. (ted)

Share this: