jadi-tersangka-penahanan-youtuber-gus-idris-tunggu-gelar-perkara-1
Data

Maka Tersangka, Penahanan Youtuber Gus Idris Tunggu Gelar Pasal

Malang (beritajatim. com) – Pemeriksa Satreskrim Polres Malang sudah menetapkan Youtuber Supranatural dengan konten perdukunan, Idrisul Marbawi alias Gus Idris, Selasa (6/7/2021) sebagai tersangka pada kasus video hoaks penembakan terhadap dirinya.

Meski sudah ditetapkan jadi tersangka, Polisi tidak menahan Idris. Alasannya karena dia dinilai kooperatif atas proses hukum yang berjalan.

“Ya, ia (Idris) saat itu dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka. Memang belum kami lakukan penahanan, masih nunggu gelar perkara nanti, ” ungkap Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono, Selasa (6/7/2021) sore pada wartawan.

“Pasca gelar belakang akan kita lihat. Jika perlu dilakukan penahanan sungguh kita tahan. Kalau tak ya tidak. Itu membentuk menjadi kewenangan penyidik apakah perlu ditahan atau tidak, ” sambung Bagoes.

Ditanya kapan gelar perkara bakal dilakukan? Mantan Kapolres Madiun itu mengaku belum cakap kapan gelar perkara akan dijadwalkan. “Ya secepatnya. Kalau sudah pemeriksaan ini, belakang secepatnya akan kita jadwalkan gelar perkara, ” ujarnya.

Hanya selalu, meski polisi menilai simpulan kooperatif, tapi tampaknya tak mempunyai jaminan atas tidak ditahannya tersangka. “Tidak ada jaminan apa. Yang benar tersangka kooperatif kok, ” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Malang telah menetapkan tersangka kepada Idris atas kasus video hoaks yang memperlihatkan Gus Idris seolah-olah ditembak oleh perseorangan orang tidak dikenal mencuaikan sebuah mobil yang cukup berjalan di akun youtube bernama GIO.

Pasca tertembak, tampak Gus Idris terguling-guling dan mengeluarkan darah. Bahkan santri dengan ada disekitarnya nampak nanar ketika penembakan itu berlaku.

Setelah diunggah, video hoaks itu mendapat reaksi yang beragam sejak masyarakat. Bahkan tidak kurang pula yang mengecam video tersebut. Namun Gus Idris akhirnya mengaku bahwa itu hanya sebuah konten bangsawan.

Penetapan simpulan itu dikeluarkan Satreskrim Polres Malang dengan nomor R/4003/VI/2021/Reskrim tertanggal 29 Juni 2021 lalu. (yog/kun)

Share this: