mandela-effect-saat-kesalahan-jadi-ingatan-kolektif-1
Data

Mandela Effect, Saat Kesalahan maka Ingatan Kolektif

Surabaya (beritajatim. com) – Ingatan tidaklah selalu menjadi refleksi akurat lantaran sebuah realita. Dari pertemanan masa kecil hingga pertengkaran rumah tangga yang hangat saja terjadi, pikiran kita memiliki kecenderungan untuk mendandani atau bahkan mengarang peristiwa yang kita alami.

Akan tetapi, dengan jalan apa jika ingatan kita dengan salah tersebut mengenai sepadan hal yang besar seolah-olah budaya dan bukan kesibukan personal kita?

Dan dengan jalan apa jika bukan hanya kita yang memiliki ingatan lengah tersebut melainkan juga banyak orang lainnya? Jika anda merasa pernah mengalaminya, tersebut artinya anda pernah menjalani Mandela Effect.

Istilah Mandela Effect tunggal pertama kali diperkenalkan oleh seorang blogger bernama Fiona Broome di tahun 2009. Pada saat menghadiri suatu konferensi, dirinya membahas janji Nelson Mandela yang tragis di tahun 1980.

Banyak orang dengan menghadiri konferensi tersebut pula mengira bahwa Nelson Mandela meninggal di penjara, tersedia beberapa orang yang apalagi mengaku menonton siaran informasi dari peristiwa tersebut pada televisi.

Dengan mengejutkan adalah fakta kalau pada saat konferensi tersebut dilaksanakan, Nelson Mandela masih tumbuh dan baru meninggal 4 tahun kemudian di tahun 2013, dan pada masa kematiannya dia bukanlah seorang tahanan penjara.

Menurut Fiona Broome, Mandela Effect dapat didefinisikan jadi ingatan salah yang dimiliki banyak orang mengenai sepadan peristiwa. Meskipun terdengar jadi suatu fenomena yang aneh, ada banyak kasus Mandela Effect yang ditemukan pada berbagai belahan dunia.

Sekalipun seseorang menyadari bahwa dirinya mengalami Mandela Effect, itu terkadang masih akan lestari yakin atas ingatan dengan mereka miliki dan memandang fakta yang ada ialah sebuah bagian dari realita alternatif atau alternate realities. Lalu apa yang menerbitkan fenomena ini terjadi?

Menurut para cakap psikologi, terjadinya Mandela Effect dapat berhubungan dengan jalan otak kita merekam & memproses suatu informasi.

Ingatan atau sejarah yang kita miliki bukanlah gambaran sempurna realita yang pernah kita alami. Ketika kita berusaha mengingat segalanya, kita mungkin hanya mempunyai akses dari beberapa bagian sepadan realita, karenanya otak kita akan berusaha melengkapinya dengan informasi yang relevan dengan bagian realita yang kita miliki. [dwp/bjo]

Share this: