Masyarakat Geram, Wajah dan Tubuh Pelaku Tabrak Lari di Mulyorejo Dicat
Data

Masyarakat Geram, Wajah dan Tubuh Pelaku Tabrak Lari di Mulyorejo Dicat

Surabaya (beritajatim. com) – Lagi asik membumbui jalan warga Mulyorejo digegerkan secara seorang pengendara mobil yang menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Mulyorejo Barat, Surabaya, Senin (17/8/2020).

Pengendara yang terhenti sebab jalan sempit ini juga diteriaki pengendara di belakangnya sebagai karakter tabrak lari. Tak pelak, awak yang membawa cat dan kuas pun langsung lari mengelilingi mobil Agya putih nopol L 1228 HL yang dikendarai Eko Prasetyo (41) warga Kenjeran ini.

Karena takut, Eko kendati tak berani turun dan cuma berada di dalam mobil. Akhirnya warga yang geram pun berkecamuk dan merusak kendaraan Eko memakai benda padat dan memecah cermin mobil. “Tadi kita sama-sama utama jalur mau ke Jalan Mulyorejo Barat. Lah kok saya kena tabrak oleh mobil cukup membengkil, padahal jalan sedang macet. Tetap di belakang mobil ada pengendara yang teriak mobil itu tabrak lari. Akhirnya ramai di kepung warga. Bahkan ada yang mengecat wajah si sopir, ” sahih Anto (28), pengendara yang turut jadi korban tabrak mobil.

Karena ramai dan dikepung warga hingga merusak kaca, Anto pun mengaku tepat meminta sang supir turun. Sampai kaca pecah dan sopir diturunkan, Anto langsung menghalangi si sopir yang diamuk warga. Tak cuma pukulan dan pengerusakan kendaraan, awak yang sudah geram pun ‘menghiasi’ wajah sopir dengan cat tembok. “Karena kasihan saya langsung amankan sopirnya dan saya bawa sopir agar tak jadi korban pengeroyokan massal. Akhirnya petugas datang saya serahkan ke petugas kepolisian serta petugas medis, ” paparnya.

Sementara itu, menurut Brigadir Jojo menjelaskan bahwa petugas mutakhir mengamankan sang sopir. Untuk penjagaan akan dilakukan usai petugas medis membersihkan wajah pelaku yang tersentuh cat. “Informasi sementara pelaku bentrok lari. Ada tiga korban dan salah satunya korban anak luka lecet di kepala. Kita mau periksa dulu bagaimana kronologi dan kebenarannya, ” tutunya singkat pada lokasi kejadian. (man/kun)

Share this: