menko-pmk-15-dari-1-000-orang-indonesia-menderita-penyakit-jantung-1
Data

Menko PMK: 15 dari satu. 000 Orang Indonesia Menderita Penyakit Jantung

Surabaya (beritajatim. com) – Menteri Koordinator Dunia Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan, zaman ini tren epidemiologi sudah bergeser dari penyakit menular ke arah penyakit tak menular, seperti penyakit, bubar ginjal, diabetes, kanker, & jantung.

Dia menerangkan, penyakit tidak menular masih menjadi ancaman dunia  (global threat) yang berperan utama sebagai penyebab maut nomor satu di segenap dunia adalah penyakit kardiovaskular antara lain jantung koroner/jantung iskemik.

Muhadjir menjelaskan, aib jantung merupakan salah mulia penyakit paling mematikan di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tarikh 2018, angka kejadian aib jantung semakin meningkat sejak tahun ke tahun dengan prevalensi penyakit jantung dalam Indonesia sebesar 1, 5 persen.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Instalasi Kateterisasi Jantung serta Pembuluh Darah (Cath Lab) di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (12/6/2021).

“Setidaknya 15 dari 1. 000 orang Indonesia menderita penyakit jantung. Demikian juga pada Provinsi Jawa Timur. kebiasaan penyakit jantung sebesar satu, 5 persen dimana 2-3 dari 1000 orang menderita penyakit jantung, ” ujarnya.

Menko Muhadjir menuturkan, keberadaan laboratorium kateterisasi jantung di RS Siti Khodijah akan sangat bermanfaat dalam penanganan penyakit jantung di wilayah Jawa Timur.

“Jadi aku sudah lihat alatnya, itu adalah alat produksi gres. Fungsinya sangat multifungsi. Tak hanya untuk usia dewasa tapi juga untuk anak-anak dan juga bisa buat penyakit saraf, ” tuturnya.

Peresmian Cath Lab itu dihadiri Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Provinsi Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim, serta tuan rumah Direktur RS Khodijah dr Hamdan SpS (K), dan undangan lain dalam prokes yang ketat.

Muhadjir berharap, dengan adanya laboratorium kateterisasi jantung serta alat yang mutakhir bisa meningkatkan pelayanan dan penanganan penyakit jantung di provinsi Jawa Timur.

“Mudah-mudahan bisa meningkatkan penyajian untuk semua klien, asosiasi Sidoarjo khususnya, dan itu yang sudah menjadi klien RS Khodijah ini. ”

Muhadjir berpesan pada pengelola RS Siti Khodijah untuk tidak mundur berinovasi dalam memajukan pelayanan kesehatan yang ada.

“Jangan berhenti berinovasi mendiscover pada Cath Lab saja. Perkembangan teknologi kesehatan tubuh harus terus diikuti serta diadopsi kalau memang menetapkan, ” pesannya.

Selain itu, dia selalu meminta agar RS Siti Khodijah memiliki cabang poliklinik di tiap wilayah kelurahan dan kecamatan di Sidoarjo. “Paling tidak RS Khodijah Sepanjang ini punya 10 cabang poliklinik. Punya poliklinik pratama paling tidak, ” pungkas Muhadjir Effendy.

*Pantun Dirut BPJS*
Sebelum Menko PMK, Dirut BPJS memberikan pendahuluan apresiasi atas peresmian CathLab itu.

Ali Ghufron mengharapkan peningkatan fasilitas juga akan meningkatkan laba RS Khodijah bagi kelompok.

Dirut BPJS kemudian melantunkan pantun

_Jalan jalan muncul rumah_

_Beli sepatu harganya murah_

_Selamat buat RS Siti Khodijah_

_Semoga amanah, maju & berkah_

*Layanan Unggulan*

Heart Care merupakan salah satu layanan unggulan RS Siti Khodijah. Fasilitas Cath Lab sudah dikembangkan sejak tiga tarikh terakhir. Alat ini meningkatkan kualitas layanan buat antrean pasien di poli jantung, yang setiap harinya sekitar 100 – 150 pasien.

Alat gres ini memiliki tiga fungsi sekaligus, yakni mendiagnosa jantung dewasa, jantung anak, dan otak.   Cath Lab dinilai punya keberhasilan luhur (sekitar 95 persen) di menangani penyumbatan darah tumbuh atau kecil. Sehingga mampu membantu ikhtiar menyelamatkan penderita gejala stroke. Terutama stroke dalam masa golden period sekitar 8 jam.

Layanan unggulan asing RS milik Pimpinan Bagian Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Sepanjang, Sidoarjo itu adalah Servis Trauma Centre Care (rujukan korban kecelakaan/cedera), Intensive Care (perawatan intensif untuk turunkan risiko kematian ibu dan bayi), dan Cancer Care (kemoterapi).[ rea ]

Share this: