oscar-hengkang-dari-chelsea-ke-liga-tiongkok-di-usia-emasnya-1
Data

Oscar, Hengkang dari Chelsea Ke Liga Tiongkok di Usia Emasnya

Surabaya (beritajatim. com) – “Saya punya keluarga. Kami tak ingin bermain dalam Piala Dunia, tetapi dalam masa tua hidup miskin dan hanya bisa meratapi bahwa saya pernah lulus, ” itulah yang dianggap Oscar ketika banyak karakter mempertanyakan keputusannya hengkang dari Chelsea ke Liga Tiongkok, Cina.

Zaman membela Chelsea, Oscar oleh karena itu pemain yang begitu semburat. Kolaborasinya bersama Mata & Eden Hazard sering menjadi momok bagi lini pertahanan lawan. Hingga banyak pihak yang berpikir jika Chelsea tidak mungkin melepas Oscar.

Tapi ternyata, gelandang yang telah mengoleksi 48 caps bersama Timnas Brasil tersebut menerima tawaran dari persatuan Tiongkok. Tawaran yang terlampau menggiurkan tak mampu dibendung Chelsea. Shanghai Port mengajukan harga 67 poundsterling jawab mendapat jasa Oscar dengan masih berusia 25 tarikh kala itu.

Lebih dari itu, upah yang didapatkan Oscar bola lampu pekan berada di angka 400 ribu poundsterling, atau sekitar Rp. 7 miliar rupiah. Lantas, Oscar diresmikan pada Januari 2017, ia langsung jadi andalan istimewa tim. Di musim pertama, Oscar bermain bersama pemain Brasil lain yaitu Ricardo Carvalho, Hulk, dan Elkeson.

Banyak penikmat sepak bola, khususnya pengikut Chelsea sangat menyayangkan kesimpulan Oscar yang rela membaktikan karirnya di Eropa demi klub liga Tiongkok. Bahkan, sejak saat itu, dia sudah tidak pernah dilirik sedikit pun untuk masuk regu Timnas Brasil. Penggemar bola menganggap Oscar sebagai pemeran yang mata duitan, sudah menandatangani kontrak 4 tahun di Shanghai SIPG.

Meski begitu, Oscar tidak terlalu memikirkan perkataan orang. Dia realistis, sebab tawaran gaji tersebut tidak akan datang dua kali. Catatan gelar Oscar juga lumayan. Dia berhasil mengantarkan Chelsea juara Liga Eropa, Piala Liga, sampai 2 titel Premier League, termasuk di musim terakhirnya, 2016/17.

Belakangan itu terungkap jika alasan Oscar pindah ke liga Tiongkok bukan hanya berdasar kekayaan. Menurut penuturan Oscar, era ia ambil keputusan tersebut, ada pertimbangan background anak. Tumbuh dari keluarga invalid mampu, membuatnya ingin mensejahterakan seluruh keluarga, termasuk sang anak.

Uniknya, sang anak sejak bayi diurus sama oleh babysitter dari Tiongkok, sehingga bani Oscar cukup fasih pepatah Cina. Keluarga Oscar sejahtera di Tiongkok, dan Oscar juga merasakan jika pada liga Tiongkok banyak pemeran berbakat yang punya potensi, meski levelnya tidak sebaik Premier League.

Sejauh ini, memasuki musim ke-5 di Shanghai Port, dia telah mengantar konsorsium itu juara 2 menyelenggarakan, termasuk jadi kampiun perserikatan di 2018. Pada leler 29 tahun, tidak mengunci kemungkinan Oscar akan balik berkarier di Eropa maupun Brasil. Meski ada pemberlakuan salary cap dari federasi Tiongkok mulai 2020 awut-awutan, tapi tidak jadi perkara, sebab Oscar masih digaji 25 juta dolar ataupun sekitar 300 miliar rupiah per tahun. (dan/tur)

Share this: