Pemangku Direktur Pascasarjana UINSA Jalani Penjagaan di Polrestabes Surabaya
Data

Pemangku Direktur Pascasarjana UINSA Jalani Penjagaan di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim. com) – ANF (56), Pemangku Direktur Pasca Sarjana Universitas Agama islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (13/8/2020). ANF diperiksa sebagai saksi pelapor.

Secara didampingi kuasa hukumnya, korban hadir ke Polrestabes Surabaya di gedung Anindita ruangan Satreskrim. Korban ditanya sekitar 10 pertanyaan seputar kronologi kejadian tersebut. Diantaranya terkait pemukulan yang dilakukan oleh terlapor S.

Korban didampingi penasehat hukumnya, Ahmad Riyadh dkk menjelaskan, ia dimintai keterangan terkait kronologi kejadian tersebut. Korban menceritakan dugaan penganiayaan yang ia alami di dalam Senin (9/8/2020) pagi. Korban didatangi oleh terlapor yang merupakan satu diantara dosen di jurusan pasca ahli.

“Saya sebelumnya tak ada dendam. Semua awalnya karena rencana yang saya bicarakan secara mahasiswa. Meskipun nantinya akan didiskusikan dengan S, namun yang terlibat tetap tidak terima dan memukul. Setidaknya ada sekitar lima kala pukulan, ” jelasnya.

Korban mengaku sungguh tidak ada luka fisik akibat pukulan S. Namun bagian kiri wajahnya masih sakit hingga sekarang. Ia dipukul dengan posisi masih duduk di kursi, sementara terlapor berdiri di depannya. Bahkan zaman diperiksa korban mengaku masih lara kepalanya. “Sampai sekarang masih sakit jika dipegang. Termasuk saat diperiksa tadi, ” ungkapnya.

Sementara Ahmad Riyadh didampimgi penasehat hukum lain yang ikut menyelamatkan korban mengaku ini panggilan pangkal saja. Ia dan teman-temannya menjadi penasehat hukum korban karena tak mau universitas sebagai tempat melancarkan bukannya mengedepankan otak tapi urat. Ia tidak mau dunia pendidikan tercoreng dengan aksi ini.

“Kami lakukan ini agar ada buah jera dan tidak ada lagi kejadian yang sama di lalu hari, ” ujarnya.

Seperti diberitakan, dugaan penganiayaan yang dialami oleh Wakil Direktur Pasca Sarjana UINSA Surabaya Achmad Sinar Fuad, 56, akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Korban mendapat Tulisan Tanda Terima Laporan (STTL) sekitar pukul 18. 15. Ia melaporkan, perseorangan dosen berinisial S, karena diduga melakukan pemukulan pada Senin (9/8/2020). [man/suf]

Share this: