wali-kota-surabaya-komitmen-beri-insentif-100-persen-untuk-nakes-1
Data

Pemangku Kota Surabaya Komitmen Perbolehkan Insentif 100 Persen untuk Nakes

Surabaya (beritajatim. com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkomitmen untuk menyampaikan insentif sebesar 100 upah kepada tenaga kesehatan (nakes) pelayanan Covid-19. Komitmen tersebut sebagai bentuk perhatian Negeri Kota (Pemkot) Surabaya pada nakes yang telah berjuang menjadi garda terdepan di dalam penanganan Covid-19.

Eri mengatakan, pada tarikh 2020 insentif nakes dibayarkan penuh sesuai besaran sempurna. Sedangkan mulai anuari 2021, pembayaran dilakukan sebesar 75 persen dari insentif suntuk. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 01. 07/MENKES/4239/2021, bahwa besaran insentif nakes dapat disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah.

“Kemarin teman-teman mengajukan 75 persen. Ini disesuaikan secara kemampuan masing-masing daerah zaman itu, ” kata Eri Cahyadi di halaman Bangsal Kota Surabaya, Jumat (13/8/2021).

Namun begitu, dia menyebut, ketika sekarang ada penambahan Pendapatan Sah Daerah (PAD), secara otomatis ia menginginkan agar pemanfaatannya diutamakan untuk nakes penyajian Covid-19. Sehingga, sisa pembalasan insentif nakes 25 komisi bisa segera dicairkan.

“Alhamdulillah, ada tambahan insentif, kami berikan buat nakes kita, sehingga 100 persen. Kami sudah sampaikan ke DPRD dan Alhamdulillah setuju, ” tuturnya.

Sebelumnya, Eri selalu mengaku tak ingin menebar harapan palsu dengan menjanjikan insentif nakes dibayarkan 100 persen pada periode tarikh 2021. Sebab, dalam proses penghitungan bersama tim lihai, PAD Kota Surabaya saat itu juga menjadi salah satu indikator penilaian.

“Sebab, kalau kemarin ana sampaikan 100 persen, tapi PAD tidak mencukupi, apa tidak memberikan harapan buatan? Ini yang kami tak mau, ” imbuhnya.

Mantan Kepala Pranata Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu telah berkomitmen bersama Forum Komunikasi Arahan Daerah (Forkopimda) Surabaya buat bekerja tak hanya menggunakan lisan tapi juga miring. Oleh sebabnya, ketika tersedia penambahan PAD, maka pembayaran 100 persen insentif nakes harus segera dilaksanakan.

“Ini kami buktikan dengan tidak memberikan harapan yang tak pasti. Itu slogan kami, Forkopimda Kota Surabaya. Jadi ketika kemarin baru 75 persen dan ada tambahan 25 persen maka langsung (kami berikan), ” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses pencairan, Eri membuktikan, bahwa Pemkot Surabaya selalu didampingi kejaksaan. Baik tersebut jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya maupun Kejaksaan Tanjung Perak. Bahkan dalam pengawasan di lapangan, pemkot pula didampingi pihak kepolisian.

“Kenapa (pembayaran insentif) bisa berjalan cepat? Sebab bantuan beliau juga dukungan dari DPRD. Ini demi Kota Surabaya. Kebersamaan inilah yang akan membawa kemaslahatan di Kota Surabaya, ” tandasnya. [asg/suf]

Share this: