Pemimpin SIC Project Competition 2020 Didominasi Siswa Jatim
Data

Pemimpin SIC Project Competition 2020 Didominasi Siswa Jatim

Surabaya (beritajatim. com) – Siswa SMK di Jatim menjadi jawara dalam kompetisi Samsung Innovation Campus (SIC). Kompetisi untuk mengasah pengetahuan para siswa SMK dan SMA dalam program coding dan programming.

SIC Project Competition 2020 diikuti oleh 4 sekolah mitra: SMKN 1 Geger Madiun, SMK Al Huda  Kediri, BINUS SCHOOL Simprug  Jakarta, dan BINUS SCHOOL Serpong, Tangerang.

Dipenghujung kegiatan tim juri memutuskan jika pemenang terbaiknya adalah SMKN 1 Geger yang mengusung teknologi penunjang hidroponik sedangkan SMK Al Huda Kediri menjadi pemenang kesayangan.

Sebelumnya SIC Project Competition telah berjalan dari Januari 2020 dengan memberikan pelatihan Coding & Programming yang terdiri lantaran Scratch 1, 2 & 3, Rurple, C-Programming, Arduino dan Algorithm Problem Solving Basic kepada para sekolah mitra.

& sebagai indikator pencapaian atas apa yang telah diberikan, Samsung mewujudkan acara puncak SIC Project Competition 2020, yang menampilkan kreasi order dari para murid sekolah dengan menjadi mitra pelaksanaan SIC.

Program SIC Pilot tersebut, Samsung bekerjasama dengan Prestasi Hijau Indonesia (PJI) yaitu anggota pola non-profit terbesar di dunia, JA Worldwide, yang berfokus untuk menyediakan generasi muda mengenai pekerjaan serta kewirausahaan. Selama 100 tahun, JA telah memberikan pembelajaran dengan kemahiran langsung yang berfokus pada kewirausahaan, kesiapan kerja, dan literasi keuangan.

Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto, S. T., M. Sc., Ph. D. mengatakan dibutuhkan keikutsertaan beragam pihak buat bisa mempersiapkan lulusan SMA serta SMK menghadapi industri 4. 0.

“Adopsi teknologi pada Revolusi Industri 4. 0 ialah tantangan tersendiri, salah satunya berimplikasi adanya disrupsi teknologi dalam bermacam-macam lini. Lulusan SMA dan SMK harus dipersiapkan dan dibekali secara materi pembelajaran yang tidak cuma dapat meningkatkan keterampilan dasar, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan kecakapan di dunia kerja masa pendahuluan karena di masa depan belakang akan lebih banyak kompetensi terakhir yang lahir, tuntutan skill segar, pekerjaan baru yang mungkin masa ini belum bisa kita bayangkan, ” jelasnya.

Tak hanya lingkungan pendidikan, kontribusi perusahaan dan industri biar sangat berperan besar dalam kejadian ini. Karenanya, pihaknya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Samsung buat mendukung dunia pendidikan Indonesia. Saya harap program pembelajaran yang Samsung hadirkan bisa menjadi pembekalan untuk para lulusan untuk menghadapi era industri 4. 0 karena betul penting untuk pendidikan bisa bersinergi selaras dengan link and match dengan dunia industri.

“Ke depan kami berharap kerja sama ini bisa lebih dalam lagi melibatkan industri dari hulu sampai ke hilir dalam ekosistem penyelenggaraan SMK”, ujar Wikan Sakarinto.

Direktur Manajemen R& D Samsung R& D Nusantara, Risman Adnan menyampaikan, bahwa tantangan era Industri 4. 0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK, tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian. Sebab sebab itu, kami menaruh menghiraukan besar pada peningkatan kualitas pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di era tersebut.

“SIC merupakan sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekali lalu kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi. Program ini merupakan rencana berkelanjutan, ke depannya Samsung menetapkan untuk bermitra dengan lebih banyak lagi sekolah di Indonesia, ” tandasnya. [rea/ted]

Share this: