persebaya-dan-4-klub-lain-minta-kepastian-kompetisi-liga-1-1
Data

Persebaya dan 4 Klub Asing Minta Kepastian Kompetisi Liga 1

Surabaya (beritajatim. com) – Ketidakpastian kompetisi akan reda kapan membuat banyak asosiasi Liga 1 berpikir bakal nasib klub mendatang. Lima klub, yakni Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh mendesak PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera menetapkan status kompetisi.

“Ketidakpastian kompetisi membuat persatuan semakin berada dalam gaya sulit. Beban finansial semakin berat. Memutar kembali persaingan adalah solusi untuk memperpanjang nafas klub, ” logat manajer Persebaya Candra Wahyudi.

Kevakuman kompetisi selama bertambah dari 1, 5 tarikh tidak hanya memukul kadar pemain dan pelatih. Perhimpunan pun harus berjuang tulang untuk tetap survive.

“Liga 1 harus segara berjalan lagi. Saya sudah menjalankan protokol kesehatan tubuh di masa pandemi, tak ada alasan untuk tak menggelar lagi kompetisi, ” ujar Rahmat Djailani, penulis umum Persiraja. “Kami siap bermain di manapun, ” tegasnya.

Pekik juga dilontarkan kubu Barito. Asisten Manajer Barito M. Ikhsan menyatakan bahwa timnya sudah bersiap di Jogjakarta sejak dua bulan berserakan. Tak hanya rela jauh dari markas mereka pada Banjarmasin, Barito juga harus mengeluarkan biaya besar semasa bersiap di Jawa.

“Jangan sampai perkara musim lalu terulang. Kami sudah bersiap, ternyata perserikatan tidak jalan. Klub sah rugi besar, ” sekapur Ikhsan.

Setelah menunda satu bulan, PSSI harus segera memutuskan teks kick-off Liga 1. Kabarnya, LIB sebagai operator persaingan menyiapkan jadwal kick-off di dalam 20 Agustus. Format dengan dirancang adalah semi bubble to bubble, mengadopsi suksesnya ajang Piala Menpora 2021.

“Semoga liga dimulai Agustus ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat seperti Beker Menpora, saya rasa bon bisa berjalan aman, ” kata Manajer Persik Syarif Hidayatullah.

Tatkala itu, Manajer Persita I Nyoman Suryanthara juga mendesak PSSI serta LIB secepatnya memberi kepastian kompetisi. Peristiwa itu sangat dibutuhkan perkumpulan untuk menentukan langkah ke depan. Utamanya untuk membenarkan kondisi keuangan klub pada mengikuti kompetisi.

“Berjalannya lagi liga akan memutar roda ekonomi pelaku sepak bola. Tanpa persaingan, selain tidak ada prestasi, klub juga bisa stagnan, ” ujar Nyoman. [way/but]

Share this: