pertumbuhan-ekonomi-gresik-terkoreksi-adanya-aturan-ppkm-level-darurat-1
Data

Pertumbuhan Ekonomi Gresik Terkoreksi Adanya Aturan PPKM Level Darurat

Gresik (beritajatim. com)- Selama semester pertama 2021 pertumbuhan ekonomi di Gresik terkoreksi adanya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sekalipun demikian, hal tersebut tidak terlalu besar meski berlaku penurunan.

Besar Badan Perencanaan Pembangunan Wilayah (Bappeda) Gresik, Herman Sianturi menuturkan, semester pertama 2021 pertumbuhan ekonomi di Gresik naik 2 persen. Total itu sudah naik 0, 98 persen dibanding tahun lalu.

“Pada triwulan perdana 2021, sempat terjadi pengurangan ekonomi sebesar 0, 6 persen years on years (y-o-y). Sementara untuk semester pertama ini, kontraksi ekonomi turun menjadi 0, 44 persen. Angka itu diselaraskan dengan periode yang persis di tahun sebelumnya, ” tuturnya.

Masih menurut Herman, di pusat pemberlakuan PPKM pertumbuhan ekonomi di Gresik diklaim tidak terlalu berpengaruh. Hal itu karena produk domestik regional bruto (PDRB) Gresik, 49 persen berasal dari sektor manufaktur.

“Selama PPKM berlaku sektor pabrik manufaktur tetap berjalan & tidak terpengaruh. Sehingga, menolong pertumbuhan ekonomi di Gresik meski ada penurunan akan tetapi tidak terlalu besar, ” ujarnya.

Dia menambahkan, selain banyaknya pabrik manufaktur, tingkat order purchasing manager index (PMI) sedang bagus. Data Bappeda menunjukan angka PMI masih berkecukupan di atas 50 persen. Artinya siklus belanja industri cenderung masih tinggi. “Ini karena industri manufaktur secara demand barang masih tetap berputar, ” imbuhnya.

Diakui Herman, diluar sektor manufaktur. Dampaknya sangat luar lazim. Sektor yang dimaksud seolah-olah hiburan, hotel, hingga restoran. Selama semester pertama 2021 pendapatan asli daerah (PAD) sampai akhir tahun sulit menikmati kenaikan.

“Yang paling terasa di zona transpotasi dan pergudangan berlaku penurunan 14 persen. Sedangkan sektor lainnya 9, 3 persen, ” ungkapnya.

Pada akhir tahun 2021, Pemkab Gresik menetapkan pertumbuhan ekonomi dilevel 2, 81 persen. Angka itu masih dibawah tahun 2018. Dimana pertumbuhannya mencapai 5, 97 persen. [dny/suf]

Share this: