Petugas Razia Tempat Hiburan Malam 9 Heaven Karaoke Ngagel Jaya
Data

Petugas Razia Tempat Hiburan Malam 9 Heaven Karaoke Ngagel Jaya

Surabaya (beritajatim. com) – Petugas tiga pilar di Kota Surabaya tidak lelah gencarkan operasi dan sosialiasai protokol kesehatan. Bahkan petugas gabungan Satpol PP Kota Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama secara Polrestabes Surabaya merazia tempat per malam.

Seperti wadah hiburan malam yang nekat bekerja ditengah pandemi. Pihak kepolisian pantas wilayah hukumnya melakuian razia dan membawa semua pengunjung maupun pegawainya. Mereka dibawa ke markas buat dilakukan tes rapid dan selalu melakukan tes urine.

Sebanyak 35 orang yang berisi dari pengunjung dan karyawan diangkut ke Polrestabes Surabaya. Dari pantauan, petugas menggunakan mobil patroli ke tempat hiburan 9 Heaven karaoke & resto yang berada pada Jalan Ngagel Jaya. Petugas langsung masuk mendapati tempat per yang masih beroperasi.

“Pengunjung dan karyawan, manajemen dibawa ke Polrestabes Surabaya, tadi 3 truk. Nanti akan tes rapid dan tes urine, ” cakap Kapolsek Gubeng Kompol Palma F Pahlevi kepada wartawan dilokasi, Jumat (25/9/2020).

Palma menambahkan sebanyak 35 karakter yang terdiri dari pengunjung, karyawan serta manajemen dibawa ke Polrestabes Surabaya selain dilakukan rapid ulangan dan tes urine juga dikerjakan sidang di tempat. Pelanggar hendak ditindak sesuai aturan seperti yang tercantum dalam Impres, Perbup serta juga Perda.

“Semua proses penindkaan dilakukan di Polrestabes Surabaya. Untuk rekomendasi sanksi baik ke pelanggar atau menejemen semua akan dilakukan di Polrestabes, ” ungkap Palma.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Surabaya Eddi Christijanto mengatakan sebanyak 35 orang dari 9 hevean Karaoke & resto  dibawa ke Mapolrestabes Surabaya dikerjakan rapid tes dan tes narkoba. Pihaknyabbersama petugas Tiga Pilar yaitu TNI, Polri dan Pemda hendak terus melakukan operasi. Harapannya pencegahan penyebaran virus di Surabaya mampu ditekan sebaik mungkin.

“Dilokasi tadi sudah kita pasang Satpol PP line dan kita hentikan sementara kegiatan operasional. Nantinya akan kita laporkan ke Dinas Pariwisata untuk melakukan evaluasi perizinan, ” tandas Eddi. ( man/ted)

Share this: