data-simfoni-ppa-2020-7-464-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-60-kdrt-1
Data

Petunjuk Simfoni PPA 2020: 7. 464 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, 60% KDRT

Surabaya (beritajatim. com) – Kasus kebengisan terhadap perempuan dan bani di Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan dalam daftar Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang 2020 ada 7. 464 laporan kejadian kekerasan terhadap perempuan masa, di mana 60, 75% di antaranya merupakan kasus Kekerasan Dalam Rumah Kawin (KDRT).

AKBP Ganis Setyaningrum, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjelaskan, korban kekerasan membutuhkan bervariasi layanan spesifik dan berperspektif gender. Penyedia layanan hukum dan kesehatan tidak boleh menyudutkan atau menyalahkan korban terhadap kekerasan yang menimpanya.

Mengambil langkah dengan mengarahkan dan mengarahakan perubahan mental lebih baik. “Mereka serupa harus diberikan pemahaman bahwa seringkali korban merasa tidak berdaya secara psikis, sehingga tidak memiliki kekuatan ataupun keberanian untuk melawan ataupun kabur dari peristiwa tersebut, ” tegasnya, Minggu (2/4/2021).

Dirinya berharap Center of Women Empowerment in Law Enforcement sanggup memberikan advokasi, sosialisasi, dan pemahaman yang masif bagi masyarakat terkait pentingnya penanganan kasus kekerasan terhadap hawa yang berbasis gender.

“Segala bentuk upaya untuk menghapuskan kekerasan kepada perempuan tidak boleh ditunda lagi. Apalagi, mayoritas urusan kekerasan terhadap perempuan berharta pada ranah domestik, lagu psikologis yang lebih pada pun semakin menyertai penyintas, terutama dengan berbagai batasan untuk keluar rumah akibat pandemi covid-19, ” ungkapnya.

Ketua Was-was Pemberdayaan Perempuan dalam Penegakan Hukum Brigjen Pol Juansih, dalam peluncuran Center of Women Empowerment in Law Enforcement di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (29/4/2021) menyambut baik program ini.

Menurutnya pusat pemberdayaan tersebut sebagai wadah untuk silih berbagi ilmu dan pengalaman, edukasi, sosialisasi, serta pendampingan yang difokuskan bagi perlindungan perempuan dan anak.

“Wadah ini kami harapkan bermanfaat bagi hawa, terutama mereka yang hidup di bidang penegakan asas, ” ujarnya.

Sementara itu Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof Badri Munir Sukoco, menambahkan secara bagian publikasi ilmiah tergolong masih stagnan sehingga perlu tersedia dorongan publikasi. Kelebihan jiga yang tidak begitu tinggi ini bisa menjadi positioning bagi wadah ini disekolah pasca sarjana Unair.

“Ini peluang yang besar karena tidak begitu banyak universitas yang mengambil topik yang sangat spesifik ini, Sehingga nantinya mampu didiskusikan dengan universitas luar negeri contohnya dengan kampus Harvard dan lainnya, ” tandasnya.

Pengamalan launching ini dihadiri Direskrimum Polda Jatim Kombes Penuh Totok Suharyanto. Selain itu sejumlah tokoh-tokoh perempuan dengan kini berkarir di kepolisian seperti Kombes Pol Yuli Cahyani, AKBP Yayuk dan AKP Yuliani Ratih juga turut hadir . (man/ted)

Share this: