Pj Bupati Hudiyono Imbau Warga Sidoarjo Waspada Curah Hujan Tinggi
Data

Pj Bupati Hudiyono Imbau Warga Sidoarjo Waspada Curah Hujan Tinggi

Sidoarjo (beritajatim. com) – La Nina adalah di mana suhu bidang laut di Samudera Pasifik mau mengalami pendinginan pada bagian tengahnya.

Dampak fenomena kondisi La Nina ialah meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum, meski Sidoarjo tidak tercatat yang tedampak La Nina namun Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono menghimbau warga Sidoarjo tetap waspada.

Kewaspadaan lain adalah cuaca buruk diwilayah laut Jawa bagian utara, meliput perairan Tuban Lamonga, perairan Gresik-Surabaya.

Pengantara utama banjir dibeberapa titik daerah Sidoarjo disebabkan tingginya curah abu bersamaan dengan gelombang pasang air laut. Sehingga sungai tidak mampu menampung debit air yang berawal dari hujan dan air pasang.

“Anomali iklim La Nina menyebabkan awal musim hujan lebih awal dan terjadi penambahan curah hujan di atas lazim atau lebih dari 25 tip, ” ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda I Wayan Mustika, Rabu (21/10/2020) lalu.

Untuk memori terjadinya banjir seperti tahun cerai-berai, Pj Bupati Hudiyono menggelar rapat dengan pimpinan OPD termasuk Besar Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dwijo Prawito dan Kepala Dinas PU BM SDA Yudi Kartika Selasa (27/10/2020).

Hudiyono minta kepada BPBD menyiapkan peralatan yang dibutuhkan kaya, menyiapkan sebanyak mungkin pompa air yang ditempatkan di daerah dengan dinilai rawan banjir.

Sedangkan Yudi Kartika, Plt. Besar Dinas PU BM SDA kebagian mempercepat normalisasi sungai yang sudah masuk tahun anggaran 2020. Tugas lain yang diberikan kepadanya mengkoordinasikan dengan pemerintah provinsi Jawa Timur terkait dengan penjagaan bendungan kesempatan rolag.

Dibukanya kemungkinan rolag saat curah hujan agung yang dialirkan melalui sungai Porong bisa berdampak banjir pada beberapa desa yang berdekatan dengan sungai, seperti di Desa Mindi, Porong.

Pj Bupati Hudiyono mengimbau agar masyarakat Sidoarjo tetap waspada menghadapi iklim dengan curah hujan tinggi dalam beberap waktu ke depan. Pemkab Sidoarjo saat ini tengah bekerja mengupayakan agar Sidoarjo tidak merasai kebanjiran seperti tahun lalu.

“Kita sedang melakukan harmonisasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur untuk mengatur debit air dengan dikendalikan dari pintu rolag Mojokerto. Salah satu penyebab banjir Sidoarjo karena kiriman air dari barat. Selain itu, yang kita waspadai lagi gelombang pasang air bahar, ” terang Hudiyono. [isa/but]

Share this: