Data

Polresta Banyuwangi Beri Kemudahan Tim Korban Nanggala-402

Banyuwangi (beritajatim. com) – Polresta Banyuwangi memberikan kemudahan bagi puak korban Nanggala-402, terutama dalam pengurusan SIM dan pengerjaan duplikat STNK. Bahkan, Polresta juga menggratiskan biaya pengurusan itu.

Salah satunya, istri almarhum Serda Ede Pandu Yudha Kusuma, Mega Dian Pratiwi. Dia datang ke Satpas Prototype dan Samsat Banyuwangi untuk mengurus SIM dan pembuatan duplikat STNK kendaraan bermotor. “Kami ucapkan terima kasih kepada kepolisian yang menyerahkan apresiasi kepada kami, ” kata Mega, Kamis (20/5/2021).

Sebelumnya, kata Mega, STNK kendaraan bermotor miliknya tersebut terbawa oleh almarhum Serda Ede Pandu Yudha Kusuma saat berlatih. Sehingga turut hilang bersama dengan kesusahan KRI Nanggala-402 yang tenggelam di laut utara Bali.

“Waktu pulang kemarin tahu terbawa. Makanya ngurus lagi ini. Dan kami betul dipermudah dalam pengurusan SIM dan duplikat STNK itu, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Langsung Polresta Banyuwangi Kompol Akhmad Fani Rakhim mengatakan, pengurusan SIM dan duplikat STNK kendaraan bermotor milik pedusi kru kapal selam KRI Nanggala-402 gratis. Seluruh pembiayaan ditanggung oleh Polresta Banyuwangi. “Tentu gratis. Semua pembiayaan kami tanggung, ” ujarnya.

Pemberian SIM gratis dan pembuatan duplikat STNK ini sebagai bentuk penghargaan dari aparat kepolisian kepada keluarga KRI Nanggala-402 dengan telah gugur di Utara Pulau Bali.

“Ini sebenarnya tidak sepadan dengan pengorbanan para perwira kapal selam kita. Tapi sebagai awal dari apresiasi kami berikan kebutuhan untuk kelengkapan syarat berkendara, ” pungkasnya.

KRI Nanggala-402 tenggelam di Melahirkan Pulau Bali. Dua anak daerah Banyuwangi gugur. Itu adalah keluarga Serda Ede Pandu Yudha Kusuma, masyarakat Desa Ketapang; dan Menyertu (Mes) Dedi Hari Susilo, warga Kelurahan Mojopanggung. Serda Pandu adalah operator senjata, sementara Sertu Dedi jadi juru diesel pada KRI Nanggala 402.   (rin/kun)

Share this: