Rekan Saham Akan Pulih Lebih Lekas Ditengah Pandemi
Data

Rekan Saham Akan Pulih Lebih Lekas Ditengah Pandemi

Surabaya (beritajatim. com) – Semua perhatian tertuju pada Covid – 19 yang mempengaruhi dasar ekonomi. Tapi tahukah Anda jika ini saatnya berinvestasi di saham sebab IHSG akan pulih bertambah cepat dibandingkan recovery ekonomi mikro. Hal ini dirilis oleh tim Danareksa.

Ayub Famila, Fund Manager PT Danareksa Investment Management, menyebutkan bahwa fakta menunjukkan jika pandemi bukan yang pertama kali di dunia yang menyusun pasar modal bergejolak.

“Menurut pantauan kami, selama kurun waktu 20 tahun sejak tarikh 2000 sampai saat ini menyesatkan tidak sudah terjadi sebelas virus yang mewabah ke penjuru dunia. Mulai dari wabah SARS di tahun 2003, hingga COVID-9 dengan mewabah di tahun 2020 tersebut. Meski begitu, tercatat hanya dua wabah virus terdahulu yang menjadi wabah dunia yang bikin pura saham Indonesia keok: Virus SARS dan Flu Burung, ” jelasnya.

Virus SARS di 2003

Sebenarnya virus SARS ini bercabul mulai di bulan November 2002, namun baru mempengaruhi bursa saham dunia dan khususnya IHSG pada bulan maret. Menurut catatan WHO, kasus SARS di Indonesia cenderung sedikit dimana hanya terdapat 2 kejadian dimana keduanya dinyatakan segar.

Namun ketika pucuk virus ini mewabah di rata-rata Maret, IHSG ikut terpuruk mendarat 7, 28%.

‘Eits, tapi jangan sedih Setelah perihal membaik dan ditemukan cara penanggulanganya, IHSG langsung berbalik arah super cepat dan kencang. Di tarikh 2003 IHSG di tutup dalam level 656, NAIK 83% lantaran level terendahnya di bulan maret yaitu dilevel 379, ” bebernya.

Virus flu burung (H5N1) di tahun 2006

Menurut WHO, Indonesia termasuk negara yang memutar parah terkena wabah flu rumor dimana tercatat 48 orang terkena dan 36 diantaranya meninggal dunia. Puncak wabah flu burung berlaku di bulan Mei hingga Juli, dampaknya IHSG terpuruk 20. 5% dari level tertingginya di bulan April.

Namun kaya kisah-kisah drama pada umumnya, pada 2006 IHSG pun akhirnya ditutup dengan happy ending di kelas 1805, NAIK 55% sejak kausa tahun.

‘Meskipun ternyata IHSG tidak kebal terhadap wabah virus namun dari data serta pengalaman yang ada IHSG ternyata juga bisa “sembuh” dengan segera loh. Jadi kita gak usah takut dan panik kalo IHSG keok karena ada virus-virus dengan menyerang. Apa lagi sampe ngeborong masker dan sembako, lebih bagus dana yang ada bisa dimanfaatkan untuk membeli produk investasi sesuai Reksa Dana Danareksa. Kita selalu ingat kata pepatah yang bilang “There is sunshine after the rain”. Jaga kesehatan dan tetaplah berinvestasi, ” tandasnya. [rea/kun]

Share this: