Data

Satpol PP Pemkab Lamongan Jaring 4 WTS dan 7 Pemandu Lagu

Lamongan (beritajatim. com)   – Satuan Petugas Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Lamongan menggelar kesibukan operasi gabungan, dengan bahan operasi minuman keras (miras) dan wanita tuna prinsip (WTS) pada Kamis, (29/04/2021) malam dini hari.

Kasatpol PP Pemkab Lamongan, Suprapto, melalui Kasi Operasi dan Pengendalian, Umar Syahid, mengungkapkan bahwa kegiatan penertiban ini bertujuan supaya situasi dan kondisi di kabupaten Lamongan semakin membantu dan tetap aman, apalagi di saat bulan suci Ramadan.

Dalam operasi kala ini, kekuatan personel gabungan yang dilibatkan adalah 12 (dua belas) personil Satpol PP, 2 (dua) personil Garnisun serta 2 (dua) personil Shabara

Operasi dengan sasaran miras dan WTS oleh Satpol PP ini dilakukan di beberapa titik, di antaranya di Desa Telagasadang Kecamatan Paciran, Desa Sidomukti Kecamatan Brondong, dan di Desa Bulu Kecamatan Sekaran.

Sejak hasil operasi tersebut terjaring 4 (empat) orang WTS yang berada di Desa Telagasadang, Paciran.

Selain tersebut juga telah diamankan bahan bukti berupa miras, sebab warung milik Endang Yatini di Desa Sidomukti Kecamatan Brondong.

Wanita Tuna Laku dan Pemandu Lagu terjaring razia Satpol PP Pemkab Lamongan

Miras yang diamankan sebab petugas diantaranya 7 botol bir Bintang, 8  botol  Guiness serta 5 karakter pemandu lagu.

Umar Syahid juga memasukkan, dari hasil operasi selalu terjaring 2 (dua) karakter pemandu lagu dan  diamankan barang bukti berupa miras, tepatnya dari warung milik Li’amenah di desa  Menyilih, Kecamatan Sekaran Lamongan. Padahal jauh hari, Satpol PP sudah membuat surat & imbauan untuk tidak menjual miras, termasuk menyediakan WTS.

Miras dengan diamankan oleh petugas pada antaranya 4 botol bir Bintang kecil, 1  Guiness, 2 botol Anggur Merah, dan setengah Jurigen Towak.

“Kegiatan berdiam gabungan dengan sasaran Miras dan WTS ini jadi pukul 24. 00 WIB berjalan lancar dan kondusif, ” tambah Umar Syahid.

Selanjutnya, dibanding kegiatan operasi ini, dilakukan pembinaan dan pengarahan kepada WTS dan pemandu lagak. Kemudian, bagi pemilik lepau diimbau untuk tidak menyediakan wanita penghibur dan menjual minuman keras dalam bentuk apapun.

“Kami juga sudah membuatkan surat pernyataan kesanggupan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, ”  pungkas Umar Syahid. (ted)

Share this: