sejoli-di-mojokerto-tewas-berpelukan-saat-motor-vs-dump-truk-adu-mocong-1
Data

Sejoli di Mojokerto Tewas Berpelukan saat Motor vs Dump Truk Adu Mocong

Mojokerto (beritajatim. com) – Sepeda mesin Honda GL tanpa nopol terlibat aduh moncong secara kendaraan dump truk pada Jalan Raya Dusun Kejambon, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Sejoli berpelukan dalam peristiwa tersebut, kepala diantarnya tewas.

Sepeda motor Honda GL minus nopol tersebut dikendarai oleh ANA (14) warga Kampung Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Korban membonceng seorang perempuan, Rahmadini warga Kampung Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto berjalan dari timur ke barat.

Sementara instrumen dump truck nopol S 9024 UN dikendarai Sinar Afandi (28) warga Dukuh Bleberan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto berjalan dari arah sebaliknya. Diduga korban menjemput haluan terlalu ke kanan sehingga saat kendaraan dump truk melintas tidak mampu menghindari.

Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat sehingga adu hidung pun tak bisa dihindari. Akibat adu moncong tersebut, kedua korban terjatuh dengan posisi pengendara memeluk Rahmadini. Korban meninggal saat dievakuasi ke RS Sumber Glagah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Sementara perempuan yang diboceng, Rahmadini mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RS Sumber Glagah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto dengan ke lokasi kejadian langsung melakukan olah Tempat Perihal Perkara (TKP).

Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda J Wihandoko mengatakan, kecelakaan lalu-lintas membuahkan satu orang pengendara roda motor meninggal. “Iya, instrumen yang dikendarai korban tak sesuai spectek yang tersedia. Dia menggunakan ban kecil, knalpon brong, spion tak terpasang, ” ungkapnya. [tin/but]

Share this: