susur-sungai-solusi-paceklik-ikan-air-tawar-di-banyuwangi-1
Data

Susur Sungai, Solusi Paceklik Ikan Air Tawar di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim. com) – Konservasi kawasan sungai terus menjelma perhatian Pemkab Banyuwangi. Sudah digelar di Bendung Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kali tersebut giliran di kawasan Kali Jembatan Merah Putih, Daerah Macanputih, Kecamatan Kabat sebagai sasaran program.

Di kawasan tersebut dikerjakan penebaran seribu bibit ikan pada 24 Maret 2021 lalu oleh Wakil Bupati Sugirah. Kegiatan tersebut adalah rangkaian dari acara Tepi Sungai di Desa Macanputih.

Penebaran ribuan ikan biru dan tombro tersebut dilakukan untuk mendukung daerah tersebut menjadi Kawasan Konservasi Kampoeng Ikan di desa itu. Hadir dalam acara itu Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Desa Macanputih.

“Penebaran ikan itu akan memberi manfaat ekonomi bagi warga di aliran sungai. Harapan kita semua, dengan kemanfaatan ekonomi dengan didapat, maka warga tergerak untuk menjaga kebersihan kali, ” kata Sugirah, Sabtu (27/3/2021).

Selain untuk memberdayakan masyarakat, sendat Sugirah, kegiatan ini ialah salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi. Dia menilai perikanan darat ini menjadi betul penting, ketika perikanan dalam laut mengalami paceklik dengan berakibat kurangnya tersedianya ikan di pasaran.

“Perikanan darat ini menjadi sangat penting saat menanggulangi kekurangan ikan disaat perikanan laut mengalami musim mati ikan. Harga ikan juga menjadi lebih stabil, ” ungkap Sugirah.

Pihaknya mengungkapkan adanya zona konsevasi ini melengkapi daya Desa Macanputih sebagai kembung padi di Kabupaten Banyuwangi. Sehingga Desa Macanputih tidak hanya menjadi lumbung padi, namun menjadi sentra budidaya ikan.

“Saya ingin perikanan darat khususnya di desa ini bertambah mumpuni, sehingga perputaran & pertumbuhan ekonomi Banyuwangi menyusun, ” ungkap Sugirah.

Sugirah menambahkan selain kegiatan konservasi sungai dengan cara menabur benih, dia mendorong klub untuk menjaga sungai pasti bersih dengan tidak meninggalkan sampah di sungai.

Selain itu, ketersediaan pohon di bantaran kali terutama di sekitar hulu menjadi hal penting. Sebab pohon dapat menyerap cairan dan mencegah erosi jadi mengurangi risiko banjir pada hilir dan kerusakan ekosistem lainnya.

“Desa Macanputih ini memiliki negeri hulu yang perlu dipelihara agar tidak ada banjir di hilir di Kecamatan Kabat dan sekitarnya. Suburnya hulu ini akan mempengaruhi daerah tengah dan hilir” ujarnya.

Sugirah berpesan kepada Pokmaswas & Pokdakan setempat untuk terus aktif memanfaatkan lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umum dan ketahanan pangan pada Banyuwangi.

“Mudah-mudahan upaya ini sebagai jalan untuk pemenuhan gizi untuk keluarganya, dan kalau bertambah bisa dijual untuk bunga penghasilan, ” pungkas Sugirah. (rin/ted)

Share this: