lagi-perangkat-desa-coper-jetis-ponorogo-meninggal-akibat-covid-19-1
Data

Teristimewa, Perangkat Desa Coper Jetis Ponorogo Meninggal Akibat Covid-19

Ponorogo (beritajatim. com) – Satu lagi perangkat Desa Coper Kecamatan Jetis Ponorogo wafat dunia karena terserang  Covid-19. Kepala Dusun Ngrayut tersebut menghembuskan nafas terakhir di salah satu rumah kecil swasta di bumi reyog. Yang bersangkutan sebelumnya, menjalani perawatan dan isolasi pada rumah sakit tersebut.

“Meninggalnya tadi pari, ini baru selesai di makamkan. Pemakamannya dengan memakai protokol kesehatan (prokes), ” kata Camat Jetis, Heru budi santoso, Kamis (3/6/2021).

Dengan kematian kepada Dusun Ngrayut ini, tercatat sudah ada 2 perangkat Dukuh Coper yang meninggal karena Covid-19. Saat ini jawatan desa masih dilakukan lockdown. Pelayanan untuk masyarakat dialihkan ke kantor Kecamatan Jetis. Sementara perangkat desa yang lain pada hari Senin dan Selasa lalu dilakukan ulangan swab PCR, dan hasilnya belum keluar.

“Kantor Desa Coper dilockdown sampai tanggal 5 Juni. Tetapi ya lihat situasi dan kondisinya dulu, yang terpapar dari perangkat banyak atau tidak, ” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Desa Coper di Kecamatan Jetis Ponorogo terpaksa kudu dilockdown kantor desanya. Pasalnya ada beberapa perangkatnya dengan terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan salah satu kepala dusunnya, selain positif, juga meninggal karena Covid-19.

“Dari 11 perangkat termasuk besar desanya, ada 5 orang yang positif Covid-19, ” kata Kepala Dinas Kesehatan tubuh (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Senin (31/5/2021) berarakan.

Irin mengecap, jumlah 5 orang tersebut, sudah termasuk dengan kasun yang meninggal. Sebab, sebab kasus itulah tracing set desa di Desa Coper ini dimulai. Yang bersangkutan awalnya tidak enak pranata, dua hari menjelang lebaran yang lalu ia masuk, padahal sedang sakit. Zaman itu juga berinteraksi secara perangkat desa yang asing.

“Setelah lebaran gejala tersebut tidak semakin hilang. Lalu dibawa ke rumah sakit dan setelah dites, hasilnya positif Covid-19, ” katanya.

Setelah dirawat di rumah sakit, kesudahannya kasun tersebut meninggal. Sebab 4 perangkat desa lainnya yang dinyatakan positif, sebesar 2 orang dirawat di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi di sendi karantina kawasan kampung reyog kelurahan Tambakbayan. Selain melaksanakan tracing terhadap sesama perangkat desa, petugas juga melangsungkan tracing kepada keluarga. Hasilnya, anak perempuan korban juga dinyatakan positif dan diisolasi di rumah sakit.

“Tak berselang lama dari  kasun yang meninggal itu, anak perempuan target yang juga positif, menyusul  juga meninggal dunia karena Covid-19, ” katanya. (end/ted)

Share this: