Terjaring Razia, Pelanggar Protokol Kesehatan Dites Swab
Data

Terjaring Razia, Pelanggar Protokol Kesehatan Dites Swab

Surabaya (beritajatim. com) – Bukan takut, tapi malah gelagapan tes swab gratis. Begitulah dengan dilakukan pria berama Lanang Pengaruh (34) warga Surabaya Timur. Lelaki yang sering keluar kota buat keperluan bekerja dan keluarga ini mencari tes rapid dan pula swab gratis.

Menurutnya, memanfaatkan fasilitas tes kesehatan percuma dari pemerintah Kota Surabaya era pandemi ini perlu dilakukan. Sebab untuk bepergian keluar kota memakai pesawat dan kereta calon penumpang diminta menunjukkan hasil tes kesehatan tubuh baik Puskesmas, rapid tes maupun tes swab.

“Ya karena mau ke luar kota naik kereta atau pesawat membangun harus bawa hasil tes kesehatan tubuh. Mau rapid, swab atau tes dari dokter di fasilitas kesehatan. Nah karena ada swab percuma jadi saya ikut saja. Ketimbang saya bayar, ” cetusnya pada beritajatim. com di lokasi swab, Sabtu (3/10/2020).

Berbeda dengan sejumlah awak lainnya, terjaring razia justru tangan, takut atau bahkan menolak untuk menjalani tes swab. Padahal petugas tiga pilar menggelar razia di tempat nongkrong, warung kopi, kafetaria, di lima titik wilayah Tanah air Surabaya.

Dalam razia tersebut, petugas gabungan berhasil memancing lebih dari 100 orang yang ketahuan tidak memakai masker. Selain tak memakai masker, warga yang berkerumun dan memasang masker dalam janggut tanpa menutup hidung serta mulut juga terjaring.

Para pelanggar protokol kesehatan tersebut kemudian dibawa ruko Darmo Park salah satu titik untuk cara tes swab. Bahkan salah seorang petugas mau berkelahi lantaran tersedia seorang warga yang melawan & mengelak melanggar protokol kesehatan.

“Iya tadi kejaring karena melanggar senggang berkerumun dan masker saya pakai di janggut. Namun hasil swab tidak langsung keluar, akan tetapi menunggu selama dua hari. Nanti dihubungi melalui telepon oleh petugas” jelas Raul (19) pemuda dengan terjaring razia di warkop.

Sementara pelanggar protokol yang tidak mengenakan masker diberi gratis oleh petugas, ada pula dengan KTP-nya disita. Selanjutnya mereka semua menjalani swab dan data kependudukannya direkam data base Dinas Kesehatan Kota.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Dukuh Pakis AKP Haryoko Widhi mengatakan, polisi menggelar razia gabungan bersama TNI & Pemkot Surabaya. Sasarannya pelanggar adat kesehatan yang ada di tempat-tempat atau kerumunan, seperti warung salinan yang masih buka. “Mereka tidak mengenakan masker langsung diswab petugas. Banyak jumlahnya, saya tidak hafal, ” ungkap Haryoko. [man/suf]

Share this: