untuk-jaga-kestabilan-penderita-darah-tinggi-diajak-patuh-1
Data

Untuk Jaga Kestabilan, Penderita Darah Tinggi Diajak PATUH

Kediri (beritajatim.com) – Penyakit tekanan darah tinggi atau Hipertensi (HT) adalah kondisi dimana sirkulasi darah menekan dinding pembuluh darah utama terlalu kuat. Meskipun faktor risikonya dapat ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat, HT masih menjadi keluhan kesehatan yang paling sering ditemui FKTP di Kota Kediri. Sepanjang bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2021, pemanfaatan JKN-KIS untuk pengobatan HT mencapai 4.648 kali kunjungan

Kepala Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri Fathiyah Rohmah menyatakan, kebanyakan penderita HT tidak menyadari terjangkitnya penyakit ini hingga kondisinya terlanjur parah. Padahal, HT yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti serangan jantung dan stroke. Untuk mencegah terjadinya komplikasi pada

Penderita HT, FKTP menjalankan program khusus yang disebut Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Aktifitas klub Prolanis antara lain adalah penyuluhan kesehatan, konsultasi medis, pengecekan kesehatan, dan aktifitas lainnya. Selain mempermudah FKTP dalam memonitor pasien, Prolanis juga dapat menjadi wadah untuk saling memotivasi.

“Bagi masyarakat yang sudah terkena penyakit HT, mari bangkit dan kendalikan kondisi dengan PATUH. PATUH adalah Periksa kesehatan secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alkohol dan dan zat karsinogenik lainnya,” tandas Fathiyah.

Lebih lanjut Fathiyah menghimbau agar penderita HT disiplin minum obat. Beberapa kali Ia menemukan kasus dimana pasien menolak mengonsumsi obat rutin karena mempercayai mitos ‘obat merusak ginjal’. Atas berkembangnya mitos tersebut Fathiyah menegaskan bahwa kenyataannya justru bertolak belakang.

“Itu jelas salah. Obat-obatan sudah diresepkan sesuai dengan kebutuhan medis. Selama pasien mengonsumsinya secara tepat maka tidak menimbulkan kerusakan organ. Sebaliknya, bila tidak tepat frekuensi dan tepat dosis maka bisa menyebabkan HT-nya tidak stabil. Kondisi ini justru lebih berpotensi menyebabkan gagal ginjal,” tegas Fathiyah.

HT merupakan penyakit tidak menular yang dapat dihindari faktor risikonya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Menjaga berat badan ideal, melakukan olahraga rutin, mengonsumsi makanan yang rendah lemak, dan membatasi jumlah garam makanan merupakan contoh upaya mengeliminir faktor resiko HT. [nm/but]

Share this: