Utama Korban Tewas, Fadilah Lari Ketakutan Lihat Tawuran di Kawasan Pasar Turi
Data

Utama Korban Tewas, Fadilah Lari Ketakutan Lihat Tawuran di Kawasan Pasar Turi

Surabaya (beritajatim. com) – MR (16) warga Jalan Jagoan, Surabaya menjadi korban dua klan tawuran anak, Jumat (27/11/2020), usai salat subuh. Remaja ini ditemukan tewas penuh luka senjata intelek di Jalan Tembaan, tepatnya dalam depan Kantor Bank Nasional Nusantara (BNI), pukul 04. 53.

Informasi yang dihimpun, Fadilah (25) warga Kelurahan Krembangan, Kecamatan Krembangan, melihat langsung bentrokan tersebut. Bahkan, dirinya mengaku ketakutan sebab puluhan anak yang terlibat perbantahan ini membawa senjata tajam celurit dan parang.

“Karena banyak orang teriak dan angkat sajam akhirnya saya balik. Hamba takut dan lari secepat mungkin. Soalnya kelompok itu meneriaki karakter yang mau ke pasar supaya tidak melihat, ” katanya pada beritajatim. com.

Tidak berhenti disitu, ibu dua bujang ini mmelihat langsung dengan langkah tak lebih dari 50 meter. Dia kemudian lari secepat jadi. Namun sampai di pasar maling sebelah Kantor Damkar gerombolan budak ini justru lari ke arahnya. Sampai akhirnya ia tiba pada depan rumahnya. Tentu saja, para-para remaja yang jumlahnya lebih lantaran 20 orang ini lewat pendahuluan rumahnya.

Sembari ketakutan dan nafas ngos-ngosan, Fadilah melihat sejumlah anak mendatangkan banyak senjata tajam. Tak setengah-setengah sajam yang dibawa panjangnya mencapai satu meter. Setiap anak membawa satu sajam dan nampak lari kencang.

“Nggak cakap. Awalnya saya mengira sedang dikejar anak-anak itu. Makanya aku langsung masuk rumah dan tutup pintu. Jarak rumah dan Pasar Turi juga gak jauh paling 100 meter. Karena takut saya intip dari korden. Dari situ terlihat anak-anak lari di depan rumah saya, ” ujarnya.

Usai bentrok ia pun mengikuti ada yang tewas di tempat kejadian Jalan Tembaan tersebut. Taat informasi yang beritajatim. com peroleh, korban tewas adalah MR (16). Korban meninggal dengan luka potongan benda sajam. Kemudian ada luka robek dada kanan, kaki, serta kepala.

Korban dengan diketahui berstatus pelajar SMK itu mengenakan kaos hitam lengan panjang dan celana pendek biru bertuliskan angka 23. Kejadian ini diketahui pengendara motor yang melintas di TKP, kemudian dilaporkan ke bagian Polsek Bubutan.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo membenarkan kejadian ini. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus dengan diduga bentrok antar gengster. Petugas memastikan, akan melakukan memburu karakter yang mengeroyok korban MR maka meninggal.

“Benar kita masih dalami. Belum bisa menjelaskan secara detail. Tunggu saja, sebab penyelidikan masih berlangsung, ” jelasnya kepada beritajatim. com.

Perlu diketahui Gengster di Surabaya bikin live bentrok dan akur berkelompok mengacungkan sajam di teras Instagram (IG). Dalam catatan beritajatim. com lebih dari lima akun instagram menyiarkan langsung bentrok & memamerkan senjata tajam diduga pada Surabaya ini.

Kegiatan ini hanya bisa disaksikan dengan langsung oleh pengikut IG yang jumlahnya sampai ribuan, belasan hinggga puluhan ribu pengikut. Seperti yang diucapkan Japran (19) bukan tanda sebenarnya, ia mengaku sudah melihat beberapa kali akun instagram BRT378_ live saat bentrok. Bahkan sudah live, video juga terunggah di story maupun postingan IG mereka.

“Saya ikuti akun itu (Instagram. red) sudah perut bulan lebih mungkin. Ada live bentrokan beberapa kali tapi aku lupa dimana tempat bentroknya, ” jelasnya kepada beritajatim. com, Kamis (26/11/2020). [man/suf]


Share this: