Data

Wagub Emil Apresiasi Gebrakan Pemkab Lamongan di Hari Pertama PPKM Darurat

Lamongan (beritajatim. com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak meninjau secara langsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada hari pertama di Kabupaten Lamongan. Dalam kesempatan itu, Emil menyampaikan apresiasinya atas upaya maksimal Pemkab Lamongan dalam mengimplementasikan PPKM Darurat di hari pertama, Sabtu (3/7/2021).

“Kami baru saja mendapatkan pemaparan dari Pak Bupati Lamongan beserta jajaran, kami berterima kasih atas langkah-langkah yang dilakukan dan atas gebrakan di hari pertama PPKM Darurat, ” ujar Emil saat di Pendopo Lokatantra Lamongan.

Lebih lanjut, ada satu hal yang menjadi atensi dari kunjungan Wagub Emil saat ini, yakni ditemukannya pasien varian Delta di Lamongan. “Langkah yang diambil Pak Bupati sudah pas, bahwa yang bersangkutan karena belum negatif itu terus dilakukan isolasi terpantau oleh Dinkes. Karena varian Delta ini memang ingin kita limit, dan tracing sudah berjalan, ” ungkapnya.

Emil juga meminta, Pemkab Lamongan melakukan tracing semaksimal mungkin, sehingga bisa memutus penyebaran virus varian Delta di Lamongan. Serta langkah-langkah baik yang telah dilakukan Pemkab Lamongan tersebut harus dipertahankan.

Tak hanya itu, Wagub Emil yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jatim juga mendorong bahwa Pemkab Lamongan bisa memberi atensi yang lebih di beberapa kecamatan di Lamongan yang memiliki penduduk cukup padat, seperti Paciran, Brondong dan Babat.

“Suasana PPKM darurat yang sudah muncul di Lamongan, terutama wilayah kota ini mudah-mudahan juga terjadi di seluruh wilayah di kabupaten Lamongan, supaya kita bisa menurunkan lagi angka Covid-19 di Lamongan, seperti daerah yang padat seperti Babat kemudian yang menjadi perhatian ada Paciran dan Brondong, ” terangnya.

Terkait dengan vaksinasi, Emil menuturkan, jika Puskesmas memiliki peranan penting dalam keberhasilan vaksinasi di daerah. “Terkait vaksinasi, bahwasannya ada gerakan setiap Puskesmas bisa melakukan vaksinasi tujuh ratus sampai seribu per hari, ” tutur Emil.

Terakhir, Suami Arumi Bachsin tersebut memberikan masukan agar tenaga untuk screening dalam vaksinasi bisa memberdayakan non tenaga kesehatan (nakes).

“Terkait dengan tenaganya, memang untuk vaksinasi dan juga untuk screening dilakukan dari tenaga kesehatan. Tetapi sebenarnya bisa memberdayakan tenaga non nakes untuk adminitrasi dan input datanya. Agar bisa membantu saat proses ngentry data dan biar tak lama. Modalnya hanya laptop dan sambungan internet yang baik, ” pungkasnya. [riq/suf]

Share this: