Warga Semampir Tuntut Jalan Tembus Medang Kamulan – Mataram
Data

Warga Semampir Tuntut Jalan Tembus Medang Kamulan – Mataram

Kediri (beritajatim. com) – Masyarakat Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri menagih janji pemerintah untuk merealisasikan pendirian jalan tembus Medang Kamulan menuju Jalan Mataram. Janji tersebut tertuang dalam kesepakatan antara PT SK Bangun Persada dengan masyarakat dengan diketahui oleh pemerintah daerah, dalam 1988 silam.

Minggu (12/7/2020) pagi, sekitar 200-an karakter masyarakat menggelar pertemuan di Lapangan Semampir. Mereka mengadakan acara tumpengan dan pemasangan patok pembatas buat menandai jalan berdasarkan perjanjian. Panjangnya 1. 100 meter delan lebarnya 13 meter.

“Petani siap untuk menghibahkan kepada Negara sebanyak 11 SHM. Namun, pengembang (PT SK Bangun Persada) maupun Pemerintah Kota terkait keinginan buat dibuatkan jalan Mataram – Medang Kamulan ini justru belum ada greget. Pengembang justru membangun tembok perumahan ngepres dengan sungai, hanya terpaut jarak 2, 5 meter saja, ” ujar Ketua LPMK Kelurahan Semampir, Fajar Basuko dalam lokasi.

Para petani telah bersedia menghibahkan tanahnya untuk jalan, sehingga masyarakat meminta kesediaan PT SK Wujud Persada untuk melakukan hal yang serupa. Sayangnya, pihak perusahaan justru memasang pagar pembatas kawasan perumahan yang mepet dengan sungai. Warga menilai perusahaan kurang konsisten terhadap janjinya.

Oleh karena itu, pagi ini, warga memasang tunggak pembatas seluas kebutuhan jalan itu. Mereka mengukur sendiri dari bibir luar sungai selebar 13 meter. Kemudian menancapkan patok pembatas. Aksi ini sebagai wujud kekecewaan mereka dengan pihak terkait yang terkesan abai.

“Ini merupakan respon masyarakat, karena tulisan kami ke DPRD Kota Kediri yang kedua belum ada bintik temu. Bentuk emosional masyarakat yang mengetahui wakilnya tidak bisa berbuat untuk masyarakat. Kami hanya melangsungkan sesuai kesepakatan yang digagas oleh tokoh terdahulu dalam mewujudkan bulevar Medang Kamulan – Mataram, semenjak 1988, ” tambah Fajar.

Dibeberkan Fajar, kesepakatan logistik akses jalan itu terjadi kurun PT SK Bangun Persada secara warga setempat, saat hendak cara tukar guling lahan, pada 32 tahun silam. Pihak perusahaan serta pemerintah yang melakukan ruislag sejumlah aset, menjanjikan kompensasi dan negeri untuk sarana jalan umum.

Apabila jalan tembus tersebut terealisasi, menurut Fajar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga, namun juga pengembang perumahan. Untuk itu, mereka ingin bertemu dengan bagian perusahaan dan pemerintah daerah dalam sebuah forum mediasi.

“Jalan Medang Kamulan – Mataram ini sangat penting sekali. Selain bermanfaat untuk bangsa setempat, jalan ini bisa mengurai kemacetan Jalan Mayor Bismo dengan menjadi jalur utama. Sebenarnya, jika jalan ini terealisasi, justru menguntungkan PT SK Bangun Persada tunggal. Akses mereka akan lebih gampang sekali. Tetapi kenapa justru mereka memasang pagar ngepres dengan kali, ” ungkap Fajar.

Menanggapi keinginan warga Kelurahan Semampir, Anggota DPRD Kota Kediri Yuni Kuswulandari menyatakan, mendukung. Pihaknya hendak memfasilitasi kemauan masyarakat dengan menganjurkan ruang mediasi dengan pihak terpaut, PT SK Bangun Persada & Pemkot Kediri.

“Karena kepentingan umum dan harapan yang sudah lama dinanti oleh masyarakat luas, khususnya Kelurahan Semampir, aku siap mendukung penuh apapun dengan dilakukan oleh warga, ” perkataan politisi perempuan Partai Golkar itu.

Sementara itu, seandainya keinginan warga Semampir tidak cepat dipenuhi oleh pihak terkait, itu mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa ke Gedung DPRD Praja Kediri. [nm/suf]

Share this: